Presiden: Semua Pejabat harus Perhatikan Gunung Berapi
Kamis, 12 Juli 2007 | 20:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta para pejabat terkait untuk memberi perhatian khusus terhadap gunung berapi yang aktifvitasnya meningkat.
"Terutama, pemberian informasi mengenai perkembangan cuaca kepada semua pihak," ujar Menteri Energi dan Sumber DAya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, usai bertemu presiden di Kantor Presiden, Kamis (12/7) sore.
Saat ini, menurut Purnomo, di seluruh Indonesia ada 10 gunung api yang tingkat statusnya waspada. Antara lain, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Merapi di Jawa Tengah, Gunung Bromo dan Semeru di Jawa Timur. Sedangkan satu gunung api yang statusnya siaga adalah Gunung Subutan di Sulawesi Utara, dan satu gunung yang statusnya awas adalah Gunung Gamkonora.
Presiden, kata Purnomo, juga meminta kegiatan mitigasi untuk daerah rawan bencana ditingkatkan. Presiden juga meminta ada komunikasi yang dilakukan secara terus menerus dengan daerah. Selain itu, presiden juga meminta adanya pemberian sistem peringatan dini tentang keselamatan transportasi darat, laut, dan udara dalam kaitannya dengan peringatan mengenai cuaca.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Djusman Syafi'i Djamal menjelaskan bahwa presiden meminta menteri terkait secara terus-menerus melaporkan perubahan cuaca dan tingkat kewaspadaan menyangkut keselamatan trnasportasi darat, laut, dan udara. "Semua operator transportasi, terutama laut, dihimbau untuk mematuhi peringatan dari Badan Meteorologi dan Geofisika.
Kepala BMG, Sri Woro Harijono, menjelaskan bahwa letusan Gunung Gamkonora tidak memberikan pengaruh terhadap cuaca lokal di sekitarnya. Tapi, tinggi gelombang di sekitar perairan barat laut Aceh, Andaman, Bali, NTB dan NTT masih berkisar tiga sampai enam meter. "Untuk itu, kami sampaikan dinas perhubungan laut untuk memantau masyarakat dan nelayan yang melaut," ujar Woro. FANNY FEBIANA





