Sistem Transportasi Nasional Dinilai Tak Berjalan
Sabtu, 14 Juli 2007 | 11:21 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif menilai sistem transportasi nasional tidak berjalan sebagaimana mestinya yang menyebabkan kecelakaan tranportasi, baik darat, udara dan laut terus terjadi.
Departemen Perhubungan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, karena selama ini departemen tersebut tidak pernah memperlihatkan ketegasan dalam menjalankan sistem tranpsortasi. Menurut dia, kecelakaan transportasi akan terus terjadi apabila pemerintah tidak pernah bersikap tegas.
"Misalnya saja soal kelaikan sarana transportasi darat seperti bus, itu kan ada pembatasan usia. Tapi sampai sekarang banyak bus yang usianya sudah di atas 20 tahun masih terus beroperasi. Pemerintah tidak pernah menindaknya. Pengusaha juga kesulitan untuk melakukan peremajaan karena tidak ada kebijakan dari pemerintah untuk mempermudah peremajaan armada bus. Sulit untuk mendapatkan angkutan yang aman karena sistem transportasinya memang tidak berjalan," kata dia di Solo, Sabtu (14/7)
Pernyataan Zaenal tersebut menyikapi beruntunnya kecelakaan lalu lintas dengan korban massal seperti yang terjadi di Bandung, Jumat kemarin dengan 12 orang korban tewas. Berdasarkan data asuransi Jasa Raharja, kecekalaan di jalan raya menyebabkan 82 orang tewas setiap harinya.
Zaenal mengatakan lemahnya pengawasan dari Departemen Perhubungan yang menyebabkan sistem transportasi tidak berjalan. "Selama pemerintah tidak tegas, kecelakaan masih akan terus terjadi," kata dia.
Sebelumnya, anggota Komisi Perhubungan DPR, Sumaryoto mendesak agar pemerintah membenahi regulasi transportasi nasional dengan membuat undang-undang sistem tranportasi nasional yang menjadi payung hukum seluruh aturan transportasi.
Imron Rosyid





