Penderita HIV Baru Terdeteksi 15 ribu Orang.
Senin, 16 Juli 2007 | 08:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Penderita HIV/AIDS yang telah terdeteksi saat ini baru sekitar 15 ribu orang. Padahal, kata pendiri Yayasan Pelita Ilmu--lembaga swadaya masyarakat yang mengurus masalah HIV/AIDS, Zubairi Zoerban, diperkirakan ada 189 ribu penderita positif.
“Sistem pendeteksian penderita HIV/AIDS di Indonesia memang masih lemah,” katanya kepada Tempo, kemarin (15/7). Masih banyaknya penderita yang belum terdeteksi berpotensi memperluas penyebaran virus HIV.
Misalnya, ibu yang positif HIV bisa menularkan virus itu pada anaknya. Penanganan pada penderita HIV/AIDS pun menjadi terlambat. “Kalau penderita terdeteksi lebih cepat, pengobatan bisa segera diberikan, dan virus dapat ditekan,” katanya.
Di sisi lain, kata Zubairi, penderita HIV/AIDS yang mendapat pengobatan antiretroviral (ARV) juga masih minim. Dari 15 ribu penderita yang terdeteksi, baru sekitar 8 ribu orang yang memperoleh pengobatan.
Padahal, ARV sangat berfungsi menekan jumlah virus dalam tubuh penderita, dan mencegah penularan ke orang lain. ARV juga diberikan gratis bagi penderita HIV.
PRAMONO





