Komandan Pasukan Pengaman Presiden Tak Tersentuh
Selasa, 17 Juli 2007 | 11:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mencopot Panglima Komando Daerah Militer Pattimura yang dijabat Mayor Jendral Sudarmaidi, terkait insiden tarian cakalele, namun Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Mayor Jendral Suroyogino tidak dicopot. "Evaluasi tugas terkait kejadian itu hanya sampai Pangdam," ujar Kepala Pusat Penerangan Markas Besar TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen, kepada Tempo lewat telepon, Selasa (17/7) pagi.
Namun menurut Sagom evaluasi itu tidak hanya terkait insiden tersebut. "Semua tugas-tugas yang seharusnya menjadi tanggungjawab seorang Pangdam dievaluasi," paparnya.
Soal pergantian pergantian Pangdam Pattimura, ujar dia, teknisnya akan diatur oleh Markas Besar Angkatan Darat. Menurutnya , Panglima TNI hanya mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 123/13 Juli 2007. "Serah terima jabatannya, biasanya akan dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat," ujar Sagom.
Sudarmaidi rencananya akan diganti oleh Mayor Jendral Rasjid Qurnuen, yang sebelumnya menjabat Komandan Jendral Komando Pasukan Khusus.
Usai insiden pengibaran bendera RMS lewat tarian Cakalele pada peringatan Hari Keluarga Nasional bulan lalu, kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan membentuk tim evaluasi. Tim yang dipimpin Sekretaris Menkopolhukam Letnan Jendral Agustadi Sasongko. Kepada wartawan, Agustadi mengaku tidak merekomendasikan pencopotan Pangdam Pattimura dan Kapolda Maluku.
Menurut dia, keputusan menggeser dua pejabat itu ada di tangan Panglima TNI dan Kepala Kepolisian. Namun ketika Tempo berusaha menanyakan kembali soal pencopotan ini lewat telepon selularnya, tidak ada jawaban. Raden Rachmadi





