Indeks dan Rupiah Diprediksi Stabil
Senin, 23 Juli 2007 | 09:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tren penguatan pasar saham dalam negeri diperkirakan bakal terus bertahan. Alasannya, pelaku pasar yang cenderung berhati-hati pada perdagangan awal pekan mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan tak banyak berubah hari ini.
Analis PT. Finan Corporindo Nusa Securities Edwin Sinaga mengatakan, seperti pekan lalu, bursa hari terus dipengaruhi pasar global, terutama bursa regional. "Faktor negatif turunnya Indeks Dow Jones pekan lalu mungkin akan terasa hari ini. Jika Nikkei dan pasar Asia lainnya terkoreksi, indeks juga ikut terkoreksi," kata Edwin ketika dihubungi, Senin (23/7).
Meski demikian, Edwin menilai kondisi dalam negeri masih cukup bagus. Terutama untuk komoditi pertambangan yang cukup ,mempengaruhi bursa pekan lalu. Ia memprediksi IHSG tetap pada kisaran 2.350-2375.
IHSG yang stabil juga dipengaruhi stabilnya rupiah. Dia memperkirakan posisi rupiah bakal tetap stabil pada kisaran Rp 9.000-9.120 per dolar AS. "Saat ini pasar menilai sektor riil sudah mulai berjalan. Sehingga resiko pelemahan diimbangi sentimen positif pasar," tuturnya.
Pekan lalu, Pasar regional, terutama Cina yang semakin atraktif, mendorong IHSG mencapai posisi tertinggi setelah naik 32.713 poin (4 persen) ke level 2.366,396.
Seiring dengan indeks, rupiah akhir pekan lalu juga menguat ke posisi Rp 9.060 per dolar AS dari penutupan sebelumnya Rp 9.090.
AGOENG WIJAYA





