Tiga Juta Penduduk Indonesia Cacat Fisik
Kamis, 26 Juli 2007 | 14:33 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Tiga juta penduduk Indonesia mengalami cacat fisik karena berbagai sebab. Dari jumlah itu, hanya 15 persen yang memiliki kemampuan atau ketrampilan teknis.
Departemen Sosial hanya memiliki anggaran sebesar Rp 120 miliar untuk pemberian ketrampilan bagi penyandang cacat fisik tersebut. Karena itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial, Makmur Sunusi berharap setiap daerah menyediakan anggaran khusus untuk pembinaan dan pelatihan difabel. "Kalau hanya menggantungkan APBN ya berat sekali," kata dia kepada TEMPO, di Solo, Kamis.
Menurut Makmur, keahlian yang dimiliki penyandang difable memang masih rendah. Hal itu pula yang menyebabkan perusahaan sulit menerima difable sebagai karyawan sebagaimana diwajibkan UU No 4 Tahun 199. Padahal, kata Makmur, apabila penyandang cacat mendapatkan perhatian dengan pembinaan dan pelatihan, kemampuannya tidak kalah dengan orang yang tidak cacat.
"Buktinya, dua angkatan di tempat pelatihan difable Depsos yang ada di Cibinong, 100 persen lulusannya diirekrut perusahaan asing, perusahaan garmen yang memproduksi pakaian mahal," kata dia.
Makmur mengatakan apabila pembinaan dan pelatihan kemampuan terhadap penyandang cacat dapat dilakukan secara intensif, dia yakin pada 2009 seluruh perusahaan tidak lagi memiliki alasan untuk tidak memenuhi ketentuan mempekerjakan penyandang cacat minimal 1 persen dari karyawannya.
Menurut Makmur, Departemen Sosial mengkonsentrasikan pada pemberian ketrampilan bagi penyandang cacat setelah tahap rehabilitasi sosialnya. "Daerah kami minta memberikan perhatian, khususnya pemberian ketrampilan mereka," ujarnya lagi. Imron Rosyid




Komentar Anda :