close

Sidang Kabinet Paripurna Bahas RAPBN 2008

Minggu, 29 Juli 2007 | 23:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sidang Kabinet Paripurna digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu(29/7) siang, di lantai tiga gedung Sekretaris Negara Jakarta. Sidang kabinet tersebut membahas nota keuangan pemerintah dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008.

“Hari ini pembahasan mengenai pertangungjawaban keuangan dan RAPBN 2008. Ini segera dirampungkan karena akan segera disampaikan ke parlemen,” kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Sidang kabinet diikuti Wakil Presiden Jusuf Kalla dan seluruh menteri yang duduk dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Hadir juga para pejabat eselon satu dari seluruh departemen dan kementerian.

Sebelum sidang kabinet paripurna, yang dilakukan pertama kali di hari minggu ini, menteri-menteri dan para pejabat eselon satu menikmati hidangan makan siang di lantai dasar gedung Sekretaris Negara. Sidang kabinet tersebut mulai digelar sekitar pukul 13.00 WIB.

Menteri Koordinator Perekonomian Budiono yang dicegat wartawan mengatakan fokus APBN 2008 ditujukan untuk pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja. "Intinya untuk mendukung dana yang tersedia untuk pembangunan infrastrtuktur dan penanggulangan kemiskinan,” kata dia.

Dia mengatakan pemerintah akan menambah anggaran untuk sektor yang bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Sementara anggaran di sektor yang tidak berhubungan pengurangan kemiskinan akan dikurangi.

“Nanti untuk belanja barang-barang atau belanja modal, untuk investasi, dan kegiatan-kegiatan
menunjang penurunan kemiskinan, dan penciptaan lapangan kerja, akan tambah nanti kira-kira berapa
puluh triliun untuk 2008. Nanti kita akan cek detailnya," ujarnya. Sutarto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan