|
Pasien Penyakit Misterius Mangelang Mengungsi
Minggu, 29 Juli 2007 | 23:38 WIB
TEMPO Interaktif, Magelang:
Meski diizinkan pulang setelah beberapa hari dirawat di Puskesmas Grabag, Magelang, Jawa Tengah, beberapa pasien penyakit misterius memilih langsung mengungsi ke luar desa mereka.
Mereka tak mau langsung pulang ke rumahnya di Dusun Beran, Desa Kanigoro, karena khawatir penyakitnya akan kambuh lagi. Apalagi, hampir semua warga Desa Kanigoro juga dilanda kecemasan akibat penyakit yang belum terungkap jenis dan penyebabnya tersebut.
Siti Komsatun (19 tahun), salah satu pasien yang dirawat selama lima hari di Puskesmas Grabag, misalnya, memilih mengungsi ke rumah ibunya di Desa Magersari yang bersebelahan dengan Desa Kanigoro. Siti mengaku khawatir kesehatannya akan kembali drop karena situasi di Beran belum normal.
Sementara itu Kepala Puskesmas Grabag, dr Muhammad Syukri, saat dikofirmasi pada Ahad (29/7), membenarkan tidak semua pasien merasa nyaman jika langsung pulang ke rumah mereka. Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap akan memantau kesehatan semua pasien yang sudah dipulangkan.
Saat ditanya jenis penyakit yang diderita, Syukri menyatakan hasil uji laboratorium menunjukkan para pasien mengalami semacam keracunan zat kimia. Hanya saja, kata dia, hingga saat ini belum bisa dipastikan senyawa zat kimia tersebut dan dari mana asalnya.
Ketika ditanya adanya kabar ditemukannya cacing pada perut dan otak para korban, Syukri mengatakan pihaknya belum tahu persis. Namun, untuk pasien yang dirawat di Puskesmas Grabag, kata dia, tidak ada yang mengalami hal tersebut. Bahkan delapan pasien yang dirawat di puskesmas sudah dipulangkan.
"Saya belum dapat informasi tentang hal itu. Masalah otopsi langsung ditangani Dinas Kesehatan Provinsi. Tapi jika memang ditemukan cacing di perut, itu sebenarnya hal biasa. Lain halnya kalau sampai otak, tentu sangat berat," kata Syukri.
Di Rumah Sakit Umum Tidar Magelang, sampai saat ini sebanyak 12 pasien penyakit misterius masih dirawat. Satu orang di antaranya, Muji (60 tahun), dirawat di ruang unit perawatan intensif. Sementara Masuri (30 tahun), dirawat di RSU Kariadi Semarang karena kondisinya yang memburuk.
Seperti diberitakan, penyakit aneh di Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, telah menyerang 31 warga. Hingga saat ini tercatat 10 korban di antaranya meninggal dunia.
Berbagai pihak kini sibuk meneliti penyakit tersebut. Bukan saja dari Universitas Gadjah Mada yang menerjunkan delapan ahli epidemologinya, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) juga diterjunkan untuk meneliti kemungkinan adanya gas beracun yang keluar dari gunung Telomoyo.
Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Mabes Polri juga sudah dikerahkan. Mereka memeriksa sampel darah korban, pasien, dan warga yang sehat. Mereka juga telah melakukan otopsi terhadap dua korban atas nama Ny Pailah dan Ny Ngatemi. Syaiful Amin
INDEKS BERITA LAINNYA :
|