Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

ICW Siap Laporkan Anggota Dewan Tim Nuklir
Rabu, 01 Agustus 2007 | 14:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga penggiat anti korupsi ICW (Indonesia Corruption Watch) siap mengadukan lima anggota Dewan yang melawat ke Korea Selatan dan Jepang. Sebab, mereka dianggap tak hanya melakukan gratifikasi tetapi juga patut diduga terjadi konflik kepentingan.

"DPR juga tidak boleh menerima dana asing maupun yang diluar ketentuan DPR," kata Fahmy Ibrahim Badoh, Koordinator bidang politik ICW.

Dewan dalam menjalankan ketiga fungsinya yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan, dia melanjutkan, tidak boleh menerima uang dari pihak lain karena bisa konflik kepentingan. Apalagi jelas-jelas kelimanya adalah anggota komisi energi yang bermitra dengan menteri riset dan teknologi, Kusmayanto Kardiman yang membiayai perjalanan mereka.

"Mereka tak bisa berkilah dengan mengatasnamakan pribadi, karena jabatan anggota Dewan melekat," kata Fahmy. Apalagi, kunjungan itu juga bukan untuk urusan pribadi melainkan urusan publik sehubungan dengan jabatan mereka sebagai anggota Dewan Komisi energi.

Menurut Fahmy, usai masa reses yang akan berakhir pada 16 Agustus, ICW berjanji melaporkan kelima anggota Dewan yang melawat ke luar negeri itu ke Badan Kehormatan Dewan.

Kemarin, anggota Badan Kehormatan Darus Agap memastikan akan memproses kasus itu jika ada masyarakat yang mengadu. Mereka tak hanya melanggar kode etik tapi juga aturan. Aqida Swamurti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ahli Nuklir Jadi Profesor
Departemen Energi Operator Proyek Pembangkit Nukir
Badan Pengawas Nuklir Teliti Potensi Uranium di NTT
PLTN Bukan Solusi Krisis Listrik yang Tepat
Tenaga Nuklir Bukan Solusi yang Tepat Atasi Krisis Listrik
Amerika Bekukan Aset Empat Perusahaan Iran
Wapres : Tawaran Nuklir Jepang Belum Relevan
Hubungan Indonesia – Iran tetap Mesra
Telepon SBY-Bush Tidak Terkait Resolusi 1747
Indonesia-Afrika Selatan Minta Nuklir Lewat Negosiasi
> selengkapnya...

Referensi

Tersengat Setrum Nuklir

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104749 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data