|
Pembangunan PLTN Terlalu Dipaksakan
Kamis, 02 Agustus 2007 | 10:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi pemerhati lingkungan hidup, Greenpeace, menilai pemerintah terlalu memaksakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Lemah Abang, Jepara, Jawa Tengah.
"Ini terlalu dipaksakan padahal kita punya sumber energi lain yang lebih aman dan murah," kata Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, Nur Hidayati, ketika dihubungi Tempo, Kamis (2/8).
Hidayati mengatakan, pemerintah seharusnya lebih mengutamakan pembangunan pembangkit listrik dengan sumber energi seperti panas bumi dan angin. "Tidak pernah ada keterangan dan alasan yang jelas kenapa justru PLTN yang harus dibangun," ujarnya.
Indonesia yang rentan terhadap gempa dan aktivitas vulkanik, kata dia, harus berkaca dari insiden PLTN Kashiwazaki, Jepang, yang terjadi beberapa waktu lalu. PLTN tersebut dilanda gempa berkekuatan 6,8 pada skala richter yang menyebabkan kebocoran pada kolam penampungan bahan bakar bekas sehingga zat radioaktif terlepas dan mengalir ke laut.
Gempa juga menjungkirkan drum-drum penampung limbah nuklir berlevel rendah hingga penutupnya terbuka. Selain itu, kata Hidayati, terjadi juga kebakaran pada transformator pada unit reaktor. "Patahan yang menyebabkan gempa itu tidak terdeteksi oleh survei awal sebelum PLTN itu dibangun," kata Hidayati.
Sebelumnya Kepala Batan Soedyartomo Soentono mengatakan, bakal lokasi PLTN di Semenanjung Muria memang dekat sesar (patahan) Lasem tapi masih tergolong aman karena berjarak 10 kilometer dari patahan tersebut. Sementara itu, kata dia, Gunung Muria yang berada di dekat bakal lokasi PLTN juga dalam kondisi tidak aktif sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan adanya aktivitas vulkanik.
Greenpeace meminta pemerintah untuk lebih mengutamakan sumber energi listrik yang tidak berasal dari nuklir. "Energi nuklir mengalihkan perhatian kita dari solusi-solusi energi bersih yang terbarukan, lebih nyata, dan banyak potensinya untuk mengatasi dampak perubahan iklim,"ujarnya.
Oktamandjaya Wiguna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|