Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tiap 20 Menit, 1 Anak Meninggal Karena Campak
Kamis, 02 Agustus 2007 | 14:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, campak masih menjadi salah satu penyebab kematian utama pada anak. Tiap tahun, 20 ribu anak meninggal karena komplikasi yang diakibatkan campak. "Artinya, tiap 20 menit, satu anak meninggal karena campak," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung Departemen Kesehatan, Kamis.

Menurut Siti, kebanyakan korban campak adalah balita usia di bawah satu tahun dan antara satu hingga empat tahun. Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi radang paru (pneumonia), diare, radang telinga (otitis media), dan radang otak (ensefalitis). Campak juga berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Campak, jelas Siti, hanya bisa dicegah dengan imunisasi. Saat ini, pemerintah telah menyelenggarakan empat dari lima tahap imunisasi campak nasional. Tahap kelima akan dimulai pada 10 Agustus hingga 10 September.

Imunisasi meliputi 12 provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Siti menjamin vaksin campak dan polio ini tak bermasalah dan sangat efektif. "MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah menyatakan vaksin ini halal," ujarnya. PRAMONO

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tergagap di Tingkat Lokal | 14 Maret 2005


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Obat Antibiotik Mahal karena Harga Bahan Baku Tinggi
Apotek Rakyat Serap Tenaga Apoteker
Insentif Tenaga Kesehatan di Daerah Terlambat
Kelaparan Bukan Penyebab Utama Kematian di Yahukimo
Pemerintah Bahas Aksi Nasional Perangi Flu Burung
Persediaan Obat Flu Burung Tak Cukup Jika Terjadi Wabah
IDI Sambut Baik Pembatasan Tempat Praktik Dokter
Tempat Praktik Dokter Akan Dibatasi
Antivirus Flu Burung Dilarang Dijual Bebas
Indonesia Tahap Ketiga Menuju Pandemi Flu Burung
> selengkapnya...

Referensi

Perang
Polio Impor di Sukabumi (II)
Polio Impor di Sukabumi

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104822 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data