|
TNI Minta Sarana Tambahan Di Perbatasan
Kamis, 02 Agustus 2007 | 19:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat kesulitan menjaga dan mengawasi perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat. Alasannya peralatan dan sarana TNI tak cukup bisa menjaga garis perbatasan sepanjang 877 kilometer."Kami kesulitan meng-cover semua sektor," kata Komandan Pos Bersama Indonesia-Malaysia, Letnan Kolonel Wim Mulyadi Purba, di Entikong, Kalimantan Barat kemarin.
Menurut Purba, pasukan TNI menemui kendala dan hambatan dalam menjaga wilayah kedaulatan. Kendala utama, kata Purba, adalah tidak ada sarana transportasi pasukan cepat.Penjaga perbatasan membutuhkan kapal patroli dan pembagi logistik. "Selama ini, kami harus mengeluarkan biaya ekstra," ujarnya.
Sepanjang perbatasan, katanya, Indonesia memiliki 22 pos penjagaan, berkekuatan 15 tentara setiap pos. Jarak satu pos dengan lainnya 40 kilometer.Pos Bersama Entikong adalah pos yang berisikan tentara Indonesia dan tentara Malaysia, Regimen Askar Melayu Diraja (RAMD).
Direktur Analisa Lingkungan Strategis Departemen Pertahanan, Brigjen Marciano Norman, mengatakan sarana dan fasilitas TNI AD penjaga perbatasan memang harus ditambah. "Kami tidak bisa bertahan dengan fasilitas seperti ini jika menginginkan wilayah Indonesia terjaga dengan baik," ujar Marciano.
tito sianipar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|