|
Universitas Harus Perbaiki Kualitas Program Studi Sepi Peminat
Jum'at, 03 Agustus 2007 | 13:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Forum Rektor, Prof Djoko Santoso, meminta perguruan tinggi negeri memperbaiki pengelolaan jurusan dan program studi yang sepi peminat. "Harus ada perbaikan kualitas dari program studi yang kurang diminati itu," kata Djoko ketika dihubungi Tempo, Jumat.
Ia menanggapi adanya lebih dari delapan ribu kursi kosong dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2007 yang diumumkan hari ini. Menurut Djoko, jumlah kursi yang terisi dari suatu program studi yang ditawarkan dalam SPMB memang sangat tergantung dari minat calon mahasiswa.
Namun, rendahnya minat tersebut kemungkinan terjadi karena kurangnya promosi dan kurangnya jaminan masa depan bagi lulusan dari program studi tersebut. "Yang masuk ke perguruan tinggi tentu ingin ada jaminan masa depan untuk mendapat pekerjaan atau bisa berwiraswasta," ujar Rektor Institut Teknologi Bandung ini.
Karena itu, Djoko berpendapat langkah yang perlu dilakukan adalah perbaikan kualitas. Universitas, lanjutnya, juga perlu menunjukkan bahwa alumni dari program studi tersebut dapat sukses di dunia kerja.
Sebuah program studi yang tidak banyak peminat, kata Djoko, tidak berarti harus ditutup. Menurutnya, pertimbangan utamanya adalah seberapa penting program studi tersebut untuk dipertahankan bukan jumlah mahasiswanya.
Jika bidang ilmunya penting, Djoko berpendapat program studi tersebut harus tetap dijalankan kendati biaya operasionalnya tinggi. Untuk itu, lanjutnya, universitas perlu memperhatikan perimbangan dari bidang lain lewat mekanisme subsidi silang untuk membiayai program studi tersebut.
Hari ini panitia SPMB mengumumkan hasil ujian yang tahun ini diikuti oleh 392.500 peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 90.815 peserta yang lulus dan tercatat ada 8.815 kursi yang tidak terisi. OKTAMANDJAYA WIGUNA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|