|
Indonesia Akan Kirim Polisi ke Sudan
Jum'at, 03 Agustus 2007 | 20:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia akan mengirimkan pasukan perdamaian ke Darfur, sebelah barat Sudan. "Kemungkinan kami akan menyumbang civilian police," ujar Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda dalam jumpa pers di kantor presiden, Jumat (3/8) sore.
Dalam pembicaraannya dengan Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto, kata Hassan, Indonesia akan mengirimkan sekitar 120 personel dari Kepolisian RI. Namun Perserikatan Bangsa-Bangsa belum menetapkan kapan pengiriman pasukan ini dilaksanakan.
Keputusan dikirimkannya polisi, bukan tentara sebagai pasukan perdamaian, kata Hassan, jika dibandingkan dengan pengiriman pasukan perdamaian ke Lebanon, didasarkan pada bedanya medan perang dan situasi konflik.
Konflik yang terjadi di Lebanon, Hassan menjelaskan, merupakan konflik yang melibatkan negara lain yaitu Israel. Sedangkan konflik di Sudan merupakan konflik internal. Pengiriman pasukan perdamaian polisi adalah untuk pemeliharaan ketertiban umum dan hukum. Sedangkan pengiriman pasukan perdamaian dari komponen militer adalah sebagai pagar antarpihak yang bertikai.
Resolusi mengenai pasukan perdamaian di Sudan ini, kata Hassan, baru saja disahkan beberapa hari lalu. PBB meminta Indonesia agar berkontribusi dalam operasi Darfur untuk memperkuat pasukan perdamaian yang selama ini ada di bawah Uni Afrika.
Belum ada tugas rinci untuk pasukan polisi Indonesia yang akan dikirim ke Sudan ini. "Namun tugasnya melengkapi pasukan perdamaian (dari Afrika) yang terdiri dari unsur tentara," kata Hassan. Pasukan perdamaian yang terdiri dari polisi ini lebih banyak berada di garis belakang.
Selain waktu dan kepastian jumlah personel yang belum ditetapkan oleh PBB, Hassan juga mengaku belum tahu negara mana lagi yang diminta mengirimkan pasukannya ke Sudan. Kesamaan negara Muslim memang memengaruhi dimintanya Indonesia mengirim pasukan ke Sudan.
Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|