Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Orang Tua Praja Minta IPDN Dipertahankan
Sabtu, 04 Agustus 2007 | 16:28 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Orang tua para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar unjuk rasa dadakan usai pengukuhan Pamong Praja Muda lulusan IPDN.

“Kami minta pemerintah pertahankan IPDN,” kata Syaiful Manan, orang tua praja asal Palembang memakai pengeras suara yang sebelumnya dipakai upacara pengukuhan, Sabtu (4/1).

Aksi itu dipicu ulah Mimi Yoku, orang tua Frans Albert Yoku, salah satu terdakwa kasus penganiyaan Cliff Muntu. Mimi nekat membajak pengeras suara lalu membacakan surat pernyataan yang mengatasnamakan orang tua praja seluruh Indonesia. Isinya meminta pemerintah tetap mempertahankan IPDN, mengecam pemberitaan media massa yang dituding menyiarkan berita bohong mengenai aksi kekerasan di kampus itu. “Kekerasan itu tidak benar,” katanya.

Pernyataan selanjutnya mengecam dosen senior IPDN Inu Kencana Syafii yang merilis buku “IPDN Undercover” dan membuat marah orang tua para praja. “Kami minta buku itu ditarik dari peredaran,” kata Mimi.

Sebelumnya Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan Widodo AS selaku Menteri Dalam Negeri ad interim mengukuhkan lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda. Sejumlah 1.148 praja IPDN Angkatan XV yang telah dinyatakan lulus dikukuhkan.

Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh melaporkan sejumlah praja IPDN Angkatan XV tidak mengikuti upacara itu, yakni 10 orang ditunda kelulusannya, 35 orang diberhentikan, 6 orang mendapat hukuman penurunan tingkat, serta 2 orang meninggal dunia akibat sakit dan bencana tsunami.

Dalam laporannya pada upacara itu, Kaloh juga meyakinkan Menteri, bahwa IPDN bermanfaat bagi negara. Dia mengatakan sebagian besar para praja yang dikukuhkan berasal dari desa-desa kecil di seluruh Indonesia. “Ini menunjukkan semua kader berasal dari berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Widodo AS dalam sambutannya sempat menyinggung kasus kekerasan di kampus itu. “Ini menjadi keprihatinan pemerintah,” katanya.

Ia juga menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan pemerintah seperti meminta tim independen melakukan evaluasi. Menurutnya, pembenahan yang harus dilakukan mulai dari sistem, manajemen, kepemimpinan, dan sistem rekrutmen Praja IPDN. Namun dia tidak mengatakan keputusan yang akan diambil pemerintah atas lembaga itu.

Ahmad Fikri

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pola Lama di Kampus Baru | 01 November 2004
Memutus Rantai Dendam | 01 November 2004
Ketika Prajurit 'Dibina' Cukong  | 06 Oktober 2003
Warna-Warna Pemikat Impian  | 06 Oktober 2003
STPDN Cukup Sampai di Sini  | 06 Oktober 2003
”Sutrisno Harus Bertanggung Jawab”  | 29 September 2003
”Saya Mencuci STPDN”  | 29 September 2003
Berharap di Bawah Satu Atap  | 29 September 2003
”Siap, Saya Memukul Praja Wahyu”  | 29 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Jatinangor Gugat Pemerintah dan IPDN
Petani Sumedang Minta IPDN Dibubarkan
Terdakwa Kasus Cliff Muntu Somasi Terbuka Media
Tuntutan Warga Jatinangor Akan Dipenuhi
IPDN Kembali Didemo Warga Jatinangor
Pembubaran IPDN Tergantung Pemerintah Pusat
Praja IPDN Dilarang Keluar Kampus
Warga Jatinangor Ancam Minta IPDN Dibubarkan
Lima Praja IPDN Tersangka Kasus Penganiayaan
Praja IPDN Minta Lexie Giroth Menjadi Tahanan Kota
> selengkapnya...

Referensi

Kampus Angker
Malam Jahanam di Jatinangor
Tidak Ada yang Benar
Seliter Formalin di Tubuh Cliff

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104944 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Bupati Ciamis Diberhentikan
Tentara Aniaya Wartawan
Alonso Tercepat di Lintasan Basah
Sudirman-Thamrin Ditutup Malam Ini
Memperjuangkan Cinta

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data