|
Presiden Anjurkan Perguran Tinggi Gandeng Kalangan Bisnis untuk Riset
Senin, 06 Agustus 2007 | 14:06 WIB
TEMPO Interaktif, Depok:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dana riset yang disediakan pemerintah tidak pernah mencapai satu persen dari produk domestik bruto atau gross domestik produk. "Perserikatan Bangsa-Bangsa mensyaratkan anggaran riset sekitar satu persen, banyak negara lain yang sudah diatas itu," kata Presiden saat meresmikan Gelar Ilmu dan Teknologi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin.
Presiden Yudhoyono menyadari kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh pengembangan dan inovasi yang dihasilkan lewat riset. Karena itu, dia berjanji anggaran riset dari pemerintah akan terus ditingkatkan. "Kalau anggaran pendidikan naik maka secara akal anggaran untuk riset di perguruan tinggi juga naik," ujarnya.
Mengatasi keterbatasan dana riset, Presiden Yudhoyono mensarankan perguruan tinggi bekerja sama dengan pihak luar kampus untuk melakukan penelitian. Misalnya, dengan mengandeng pelaku bisnis, industri, dunia internasional. Presiden Yudhoyono akan mengimbau mereka untuk membantu riset yang dilakukan perguruan tinggi.
Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono juga menantang UI untuk masuk dalam jajaran universitas top di dunia. Saat ini, UI masuk dalam rangking 250 universitas paling baik di dunia.
Universitas Indonesia mencanangkan membangun taman ilmu atau science park. Nantinya, taman ilmu ini akan mengandeng dunia usaha dan pemerintah untuk menghasilkan temuan-temuan ilmiah di bidang industri dan bisnis. "Jadi sebagai universitas riset, tidak melulu melakukan pengembangan ilmu dan teknologi," kata Usman Chatib Warsa, dalam sambutannya. SUTARTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|