Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Profesor ITB Mendapat Dana Penelitian Rp 1,2 Miliar
Senin, 06 Agustus 2007 | 20:13 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Herri Susanto, seorang profesor dari ITB, mendapatkan dana penelitian sebesar Rp 1,2 miliar. “Proposalnya kami pilih dari 19 proposal yang masuk,” ujar Direktur Eksekutif Tanoto Foundation Ratih S.A Loekito di Bandung, dalam acara penyerahan Tanoto Professorship Award secara simbolis di ITB, Senin.

Penelitian Herri berjudul "Penyempurnaan Teknologi Gasifikasi Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif". Menurut Herri, penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian dia saat meraih gelar doktor di ITB tentang pengolahan limbah sekam padi dan tongkol jagung menjadi listrik dan panas.

Herri mengatakan, dari 1 ton gabah bisa menghasilkan 600 kilogram beras dan 300 kilogram sekam padi. Sedangkan dari 1 ton bongol jagung, bisa menghasilkan 400 kilogram jagung biji dan 500 kilogram kilogram tongkol jagung.

Dari pengering dan penggilingan gabah sekitar 1 ton per jam, kata Herri, dihasilkan 300 kilogram sekam. Sekam ini, setelah melalui proses kimia dengan temperatur tinggi (gasifikasi), bisa menghasilkan bahan bakar untuk genset atau diesel. “Daya yang dihasilkan setara dengan 40 kilowatt listrik,” katanya.

Menurut Ketua Tanoto Foundation Ibrahim Hasan, proposal penelitian Herri sudah melalui dua tahap seleksi. Tahap pertama, kata Ibrahaim, berupa review secara teknis dari tim di ITB sendiri. “Sedangkan tahap dua ada panel dari Tanoto oleh pihak-pihak di luar ITB,” katanya.

Ibrahim menambahkan, Herri adalah penerima Tanoto Professorship Award yang kedua setelah pihaknya memberikan dukungan dana serupa kepada seorang professor dari Universitas Gajah Mada, Widyastuti awal tahun ini. “Dia melakukan penelitian pada jamur Ganoderma (sejenis jamur yang mengakibatkan akar dan batang tanaman menjadi busuk),” ujarnya.

Menurut Ratih, jika penelitian Herri ini berhasil, diharapkan masyarakat di daerah terpencil yang belum mendapat pasokan listrik bisa mendapat manfaatnya. “Mudah-mudahan kekurangan listrik bisa diatasi,” ujar Ratih. Rana Akbari Fitriawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105015 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom
PBR Optimis Khofifah Menang
Djoko Suprapto Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Pemilu Dikhawatirkan Kurangi Setoran Pajak

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data