Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pollycarpus Belum Memastikan Hadiri Sidang Peninjauan Kembali
Kamis, 09 Agustus 2007 | 08:41 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Terdakwa dalam kasus pembunuhan aktifis HAM Munir, Pollycarpus Budihari Priyanto belum memastikan menghadiri sidang peninjauan kembali dengan alasan hingga semalam kondisi bekas pilot Garuda Indonesia itu tak fit."Semalam Pollycarpus mengatakan kondisinya sedang tidak fit," kata Kuasa Hukum Garuda, M. Assegaf, ketika dihubungi, Kamis (9/8).

Namun Assegaf masih menunggu kepastian kedatangan dari Pollycarpus. Jika kondisinya belum fit, katanya, kemungkinan Pollycarpus tak hadir. "Nanti kami komunikasikan dulu, tapi surat kuasa belum ditandatangani," kata dia.

Assegaf mengatakan Pollycarpus menerima surat panggilan menghadiri sidang sekitar tiga hari lalu. Surat dilampiri materi peninjauan kembali yang mencantumkan tiga alasan permohonan yakni novum, kekeliruan putusan, dan pertimbangan hakim yang saling bertentangan.

"Novumnya ya seperti yang diberitakan di media massa, termasuk terjadi peracunan di Bandara Changi (Singapura)," katanya.

Namun dia menolak memerinci materi peninjauan kembali tersebut. "Tidak bisa saya sampaikan karena masuk dalam materi persidangan," ujarnya.

Hari ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menggelar sidang peninjauan kembali atas terpidana Pollycarpus. Pengadilan telah menetapkan majelis hakim, antara lain Andriani Nurdin dan Heru Pramono.

Sebelumnya Jaksa Agung Hendarman Supandji mengatakan peninjauan kembali itu memuat novum dan kekeliruan putusan hakim karena menyebutkan Munir meninggal karena diracun melalui mie goreng. Sedangkan jaksa menyebutkan Munir meninggal karena diracun melalui jus jeruk yang disajikan dalam pesawat.

Saksi baru yang akan diajukan antara lain dua tersangka yakni mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Indra Setiawan dan Sekretaris Chief Security Airbus Garuda 330 Rohainil Aini.


Desy Pakpahan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Tak Ada Kejahatan Sempurna | 11 April 2005
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Di Markas PBB Ia Bersaksi | 21 Maret 2005
Setelah Presiden Menelepon | 21 Maret 2005
Tongkat Sudah Mengarah ke Atas | 07 Maret 2005
Kalau Konspirasi, Pasti Lebih Rapi | 07 Maret 2005
Prarekonstruksi Selalu Batal | 07 Maret 2005
Tiga Surat yang Janggal | 07 Maret 2005
Siang Jahanam di Kamar Kontrakan | 07 Maret 2005
Tempo, 19 Maret 1994 | 07 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Transportasi Dianiaya di Kamar Seniornya,
Pembuat KTP Gunawan Santoso Tidak Ditahan
Pelaku Pembunuh Homoseksual Tertangkap
Polisi Temukan Delapan Mayat Korban Dukun Penggganda Uang
Pasangan Alda Dituntut 14 Tahun Penjara
Pembunuh Satu Keluarga Divonis Mati
Sidang Pembunuh Satu Keluarga Ricuh
Pemuda Tewas Dibuang Dari Kopaja
Terkait Tewasnya Warga, Komandan Kodim Solok Dicopot
Bocah Delapan Tahun Tewas Dibunuh
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105221 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data