Pascagempa, Beberapa Gunung Dianyatakan Aman
Kamis, 09 Agustus 2007 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Departemen Sumber Daya Mineral, menyatakan beberapa gunung aman didaki untuk merayakan Hari Kemerdakaan Indonesia. “Kecuali Semeru, khususnya, kami tidak merekomendasikan terlalu lama di Puncak Mahameru. Kawah Jongring Seloko tertutup,” kata Kepala Pusat Vulkanologi, Surono, Kamis (9/8).
Surono meminta agar upacara peringatan Hari Kemerdekaan di Semeru dilakukan di Kalimati, seperti tahun kemarin. Daerah Kalimati yang membentuk pelataran luas cukup untuk kegiatan upacara dan aman dari lontaran material vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Menurut Surono, hujan abu yang mengguyur Kota Malang bukan disebabkan oleh peningkatan kegiatan gunung setinggi 3744,50 meter dari permukaan laut tersebut. Semeru punya karakteristik untuk meletus setiap 15 menit sampai 30 menit sekali. Terjadinya hujan abu yang mengguyur Kota Malang beberapa waktu lalu terjadi akibat adanya delay, atau jarak antar letusan melebihi interval normal.
Dia menjelaskan, jika interval menjadi agak panjang, misalnya 40 menit saja, letusan yang terjadi akan lebih besar. “Kadang-kadang diikuti oleh suara dentuman,” kata Surono.
Letusan yang kerap diikuti oleh material itu diperkirakan bisa mencapai Puncak Mahameru, yang berjarak 2,5 kilometer dari pelataran Kalimati di gunung itu. Untuk itu, Surono meminta para pendaki gunung itu agar mewaspadai lontaran meterial vulkanik letusan Semeru.
Selain itu, tambahnya, pada peserta yang baru pertama kali mendaki Puncak Mahameru agar tidak panik jika terjadi letusan gunung Semeru yang biasa terjadi. Lembaga itu berencana mengirim pengamatnya untuk mendampingi peserta upacara hari kemerdekaan di gunung itu untuk mengantisipasi perubahan situasi.
Untuk gunung lainnya, seperti Gunung Gede, Gunung Salak, Gunung Ciremai, Gunung Slamet, dan Gunung Kelud, lembaga itu menyatakan aman untuk pendakian. Kendati demikian, dia tetap meminta agar para pendaki tidak menginap di dekat kawah yang masih aktif karena kekhawatiran terhadap asap beracun yang kemungkinan keluar. “Terutama pada cuaca mendung, pagi hari, dan malam hari,” katanya.
Surono juga menghimbau pengelola wisata gunung api agar membatasi pengunjung saat momen puncak Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus nanti. Dia meminta agar pengelola wisata bisa mengawasi dengan efektif. Ahmad Fikri





