|
Rp 3,6 Juta Untuk Tiap Orang Buta Aksara
Minggu, 12 Agustus 2007 | 06:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyediakan dana Rp 3,6 juta untuk tiap orang yang buta aksara. Biaya itu, menurut Juru Bicara Departemen Pendidikan Nasional Bambang Wasito Adi, tidak diberikan langsung tapi dialokasikan melalui pembayaran tutor dan cetak buku.
Saat ini pemerintah menargetkan 1,2 juta orang penyandang buta aksara dapat melek huruf pada akhir tahun ini. Untuk mendukungnya, ada 120 ribu tutor yang dikerahkan. Di Indonesia, tercatat 12,88 juta warga tidak bisa membaca. "Jumlah tersebut setara dengan 8,07 persen dari 218,7 juta penduduk," ujar Bambang kepada Tempo melalui telepon.
Pemerintah mengklaim jumlah warga penderita buta aksara di Indonesia hanya bersisa 8,07 persen saja. "Pemerintah optimistis bisa menurunkan sampai 5 persen di akhir tahun 2009," katanya.
Berdasarkan persentase nasional, jumlah penduduk buta aksara terbanyak berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara dari segi usia, tingkat buta aksara berusia diatas 15 tahun mencapai 14,5 juta jiwa.
Saat ini, pelaksanaan Program Pemberantasan Buta Aksara telah dilakukan di 10 Provinsi, antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Jawa Timur, Papua, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Reh Atemalem Susanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|