|
Presiden SBY dianugrahi Gelar Melayu Tertinggi Melayu Riau
Minggu, 12 Agustus 2007 | 14:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden SBY memperoleh gelar adat Melayu, Paduka Yang Mulia Sri Indra Amanah Wangsa Negara. Gelar yang diberikan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Minggu (12/8) di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, itu merupakan gelar tertinggi bagi masyarakat Melayu Riau.
Saat penabalan gelar Adat itu, para tokoh Adat Melayu Riau, yang diwakili Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, HM Azaly Djohan, meminta agar Presiden Selaku Sri Indra Amanah Wangsa Negara, dapat lebih menjaga adat yang diterimanya.
"Hendaknya dengan memberikan Gelar ini, Paduka Yang Mulia Sri Indra Amanah Wangsa Negara, dapat menjalankan amanah rakyat dan menjunjung tinggi marwah adat untuk kemajuan bangsa, "ujar Azaly Djohan.
Selepas pemberian gelar adat, yang juga diilanjutkan dengan penyematan Tanjat Adat, pemasangan Keris, penyematan Selempang kebesaran Adat Melayu, dan dilanjutkan dengan Tepuk Tepung Tawar, Presiden SBY didaulat untuk memberikan ucapan "Petuah Amanah" selaku Sri Indra Amanah Wangsa Negara. Dalam sambutannya, Presiden SBY mengucapkan terimakasih atas pemberian Gelar Adat itu.
"Terimaksih yang sebesar besarnya atas pemberian gelar ini, " ujar Presiden SBY yang kemudian melanjutkan membaca enam pantun pantun, yang bernuansa Melayu. "Pantun pantun ini saya buat, selepas shalat subuh tadi. Ini sangat pas untuk kemajuan dan kemakmuran Riau," Tambah Presiden, singkat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Riau Wan Abubakar menyebut, kendati mendukung pemberian gelar itu, namum hendaknya gelar tertinggi Melayu Riau, jangan hanya seremonial dan untuk kepentingan Politik tertentu saja. "Soalnya Adat Melayu itu berlandaskan Islam. Jadi memang gelar itu harus dijunjung dan sipenerima gelar harus menjaga amanah atas gelar itu," ujar Wakil Gubernur Riau Wan Abubakar. Jupernalis Samosir
INDEKS BERITA LAINNYA :
|