|
Sebanyak 150 Bendera Dicuri di Aceh
Minggu, 12 Agustus 2007 | 23:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 150 bendera merah putih yang dikibarkan di depan rumah di Aceh Utara, dicuri. "Ini bukan menghina TNI, tapi menghina negara," kata Komandan Distrik Militer 0103 Aceh Utara, Letnan Kolonel Infanteri Yogi Gunawan, ketika dihubungi wartawan, Ahad (12/8) malam.
Dia mengatakan, pencurian dilakukan guna mengacauka suasana dan menimbulkan trauma masyarakat Aceh. Menurut informasi ke TNI, para pencurian diduga berjumlah beberapa orang. Tiga diantaranya orang di sekitar kejadian. "Ini oknum mantan anggota GAM. Tak mungkin masyarakat biasa," kata Yogi.
Pencurian dilakukan ketika bendera berkibar dengan cara dipotong tali dari tiang. Yogi mengatakan, peristiwa ini berlangsung di Desa Hagu Barat Laut, Hagu Tengoh, Ulee Jalan, Banda Masen, Uten Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhoksumawe sekitar 24.00 hingga jam 05.00.
Motif, katanya, belum disimpulkan. Namun, pihaknya tengah mengkoordinasikan dengan Kepolisian Resort Lhoksumawe. Secara terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Inspektur Jendral Rismawan, membenarkan pelaku mantan angota GAM. "Kapolres saya bilang (pelakunya) OTK (orang tak dikenal). Tapi, mana ada OTK," katanya.
Saat ini TNI memberlakukan status waspada satu di sekitar lokasi kejadian. "Di sana ada Brimob yang diperintahkan patroli, mulai hari ini, sampai 17 Agustus," ujar Rismawan.
Raden Rachmadi/Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|