Enam Pengamen Dianiaya Puluhan Lelaki Berambut Cepak
Minggu, 12 Agustus 2007 | 23:55 WIB
TEMPO Interaktif, Rangkasbitung:Puluhan pria berbadan tegap yang diduga anggota TNI, Minggu (12/8) sore menyerang sanggar Kelompok Pengamen Jalanan Rangkasbitung. Kendati tak timbul korban jiwa, namun, enam pengemen dan seorang pedagang kaki lima luka-luka.
Mereka yang luka adalah Ahmad Lugas Kusnadi, Dede, Ucey, Rifan, Ali, Ujat dan seorang pedagang kaki lima Sayuti.
Peristiwa ini dipucu, pemukulan terhadap anggota TNI dua hari sebelumya. Sekolompok anggota TNI itu, kemudian mendatangi acara Isra Mi'rat dilakukan kelompok tadi. Tidak lama setelah penceramah pulang, puluhan pria berambut cepak dan berkulit gelap datang kepada para seniman yang merapikan peralatan acara.
"Seorang diantaraya langsung menayakan siapa yang memukuli rekannya," kata Ketua KPJ Ahmad Lugas Kusnasdi menirukan ucapan oknum berambut cepak tadi.
Ahmad Lugas Kusnadi langsung menjawab tidak tahu. Namun seorang dari oknum memukulinya. Beberapa orang lainya langsung ikut turun dan menyerbu sanggar. Bahkan Sayuti, pedagang kaki lima di samping sanggar tidak luput dari aksi kebrutalan oknum itu.
Melihat kebringasan tadi, puluhan seniman dan warga langsung lari tunggang langgang menyelamatkan diri, Sementara oknum terus merusak sanggar sambil beteriak-teriak.
Para oknum tadi langsung meninggalkan lokasi dengan puluhan sepeda motor. Komadan Polisi Militer Detasemen III/4-1 Rangkasbitung, Kapten CPM Amir tidak berada di tempat ketika dikonfirmasi. Seorang Polisi Militer Rangkasbitung, Sertu Ahmad Sumengkar mengakui adanya kejadian tersebut.
Kendati demikian, dirinya tidak bersedia memberikan keterangan dari kesatuan mana sang penyerang sanggar tersebut, "Maaf, kalau masalah itu silahkan saja besok konfirmasi dengan komandan," ujarnya.
Faidil Akbar





