|
Jenazah WNI Korban Kecelakan Bus di Malaysia dikirim Pulang
Rabu, 15 Agustus 2007 | 12:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia akibat kecelakaan bus ekspres yang telah meragut nyawa 18 orang penumpang dan mencederai sembilan penumpang lainnya pada Selasa kemarin akan dikirim pulang hari ini, Rabu (15/8) pukul 14.45 siang. Berdasarkan informasi, Bus Ekspres tersebut membawa penumpang dari Johor ke Melaka dan menuju destinasi terakhir ke Butterworth, Pulau Pinang.
Dua jenazah korban yang berasal dari Medan, Sumatera Utara yakni Abu bakar, 27 tahun, dan Sri Asiah, 32 tahun, akan dikirim pulang oleh Kedutaan Besar republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur hari ini dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Sepang menuju Medan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS).
"Semua urusan sudah kami uruskan sejak Selasa kemarin. Dan siang ini dua jenazah yang berkewarganegaraan Indonesia akan dikirim pulang ke pangkuan keluarga mereka masing-msing," jelas Rizaldi Ishak, Sekretaris Ketiga Bidang Konsuler KBRI Kuala Lumpur kepada Tempo, Rabu (15/8) pagi.
Dari keterangan saksi, bahwa kecelakaan itu terjadi akibat sopir mengantuk sehingga pada pukul 4.30 pagi di kilometer 229 Bukit Gantang, Taping, Perak bus yang dipandu oleh Rohizan Abu Bakar, 38 tahun berjalan tidak stabil.
Ketika menuruni bukit bus yang membawa 27 orang penumpang tersebut tiba-tiba tidak stabil dan menabrak besi penghalang tepi jalan tol kemudian terjun ke parit besar yang berkedalaman 5 meter dan menghantam batu besar yang terdapat dalam parit tersebut. Sopir bus juga meninggal dunia di tempat kejadian.
Penumpang yang meninggal dunia yaitu 18 orang warga Malaysia dan 2 warga Indonesia yaitu Hj Abu Bakar 27 tahun dan Sri Asiah, 32 tahun. Sementara itu, Sembilan penumpang yang cedera parah adalah Lima orang warga Malaysia, dua orang warga Vietnam dan satu orang warga Indonesia (Abdul Karim, 4 tahun.
Berdasarkan keterangan KBRI Kuala Lumpur, Abdul Karim masih di rawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Hospital Taiping, Perak karena kondisinya yang cukup parah. "Kami akan pantau perkembangan Abdul Karim dengan baik," ujar Rizaldi lagi. T.H. Salengke (Malaysia)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|