|
Syamsir Minta Polisi Tangkap Orang yang Mengaku Anggota BIN
Rabu, 15 Agustus 2007 | 13:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar meminta kepolisian untuk menangkap orang-orang yang disebut sebagai anggota BIN. "Kalau perlu orang itu ditangkap. Yang ngaku-ngaku anggota BIN, tangkap orang itu sama polisi. Siapa itu? Kami tidak tahu," ujar Syamsir usai acara penganugerahan penghargaan di Istana Negara, Rabu (15/8).
Pernyataan Syamsir ini menjawab pertanyaan wartawan mengenai peranan Raden Muhamad Padma yang disebut-sebut sebagai anggota BIN yang terlibat dalam pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia Munir.
Syamsir juga menegaskan BIN tidak pernah memberikan surat penugasan kepada Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus pembunuhan Munir yang kini telah bebas. Syamsir juga mengaku tidak tahu rencana pembunuhan Munir. "Aku mana tau. Itu kejadian dulu. kan bukan aku yang jabat (sebagai Kepala BIN)," ujar Syamsir.
Saat ini Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menggelar persidangan peninjauan kembali kasus Munir. Kejaksaan Agung mengajukan peninjauan kembali setelah Mahkamah Agung memutuskan Pollycarpus hanya melakukan pelanggaran administrasi, bukan membunuh Munir. "Soal novum-novum tanya Kapolri (Kepala Kepolisian RI) dan jaksa. Aku mana tau?" kata Syamsir.
Syamsir juga tidak menjelaskan secara rinci siapa saja anggota BIN yang sudah diperiksa kepolisian. "Kan sudah diperiksa polisi semuanya, itu sudah urusan polisi," kata Syamsir. Saat ini, kata Syamsir, belum ada permintaan dari kejaksaan untuk memeriksa anggota BIN.
Sebelumnya, pengacara Pollycarpus, Mohammad Assegaf meminta klarifikasi pada BIN mengenai adanya dugaan keterlibatan anggota BIN, salah satunya Raden Padma, dalam pembunuhan Munir. FANNY FEBIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|