Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR Minta Pemerintah Berkomitmen dengan Rancangan APBN 2008
Kamis, 16 Agustus 2007 | 11:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Perwakilan Rakyat meminta pemerintah benar-benar berkomitmen terhadap rencana kerja yang telah disusun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2008. "Hal ini penting untuk diperhatikan agar target asumsi dasar dan pokok-pokok kebijakan fiskal dapat dicapai," ujar Ketua DPR Agung Laksono dalam rapat paripurna DPR, Kamis (16/8).

Pemerintah dan DPR, lanjut Agung, telah menyepakati asumsi-asumsi dasar dan pokok-pokok kebijakan fiskal dalam pembicaraan pendahuluan APBN. Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 disepakati antara 6,5-6,9 persen, sedangkan tingkat inflasi disepakati sebesar 5,5-6,5 persen.

Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp 9100-9400. Sedangkan patokan harga minyak mentah Indonesia disepakati sekitar $ 57-60 per barel.

Sementara itu, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia disepakati rata-rata tiga bulan pada kisaran 7-8 persen. Sedangkan besar Produk Domestik Bruto nominal disepakati pada kisaran Rp 3.700-4.100 triliun.

DPR memprediksi perkenomian Indonesia tahun 2008 akan menemui beberapa tantangan. "Baik karena kondisi global an regional maupun kondisi dalam negeri sendiri," ujar Agung.

Tantangan perkonomian global, lanjut Agung, antara lain berupa perlambatan ekonomi global dan regional, ketidakpastian harga minyak dan komoditi internasional, serta ketidakstabilan pasar uang global.

Sedangkan tantangan dari dalam negeri berupa bagaimana mengimplementasikan pembangunan infrastruktur secara lebih baik dan memperbaiki iklim investasi. "Olah sebab itu Dewan menaruh perhatian serius terhadap upaya-upaya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, seperti mendorong peningkatan investasi dan ekspor," kata Agung.

Untuk mendorong pertumbuhan ekspor, lanjut Agung, kebijakan nilai tukar rupiah harus mendukung. "Yakni dengan stabilisasi nilai rupiah atau mempertahankan depresiasi rupiah secara fleksibel. Penguatan nilai (apresiasi) rupiah pada akhir-akhir ini cenderung akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekspor," kata Agung.

FANNY FEBIANA, ANTON APRIANTO

Dari Arsip Majalah TEMPO
Yang Pasti Dan Tidak Pasti Dalam... | 14 Januari 1984
"Diet Nasional" Untuk Siapa Saja  | 11 Januari 1986


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sidang Kabinet Paripurna Bahas RAPBN 2008
Pemerintah Akan Alihkan Rp 30 Triliun Belanja Barang ke Belanja Modal
PGRI Protes Pengurangan Anggaran Pendidikan
DAU Lima Daerah Ditunda
Pemerintah Daerah Diminta Realisasikan Belanja Modal
Pagu Indikatif 2008 Capai Rp 286,9 Triliun
Dana Bencana Akan Membengkak
Penyerapan Anggaran Baru Lima Persen
Pemerintah Pertahankan Asumsi Makro RAPBN 2007
DPD Minta Pemerintah Daerah diberi Kewenangan Lebih
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Sekretariat Jenderal DPR RI

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105707 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Eksepsi Burhanuddin Abdullah Ditolak
Partai Lolos Verifikasi Tak Punya Pengurus
Komandan Pasmar-1 Diganti Surabaya
Banjarmasin Kembali Langka Premium
Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data