|
Pembunuh Direktur Asaba Mati Ditembak
Jum'at, 17 Agustus 2007 | 14:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Syam Ahmad, buron pembunuh Direktur PT Asaba Budiharto Angsono mati ditembak polisi militer TNI Angkatan Laut pagi tadi.
"Karena dia (Syam) melawan dan menembak, Syam langsung ditembak. Tiga orang anggota saya juga luka dan sekarang sedang dioperasi di Mintoharjo," ujar Komandan Polisi Militer TNI Angkatan Laut Brigadir Jenderal Sapardi ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Jumat (17/8).
Syam membunuh Direktur PT Asaba atas perintah Gunawan Santoso. Dia melarikan diri dari tahanan TNI AL. Sedangkan temannya Suud Rusli juga melarikan diri dari tahanan namun saat ini telah tertangkap. Syam, kata Sapardi, ditembak sekitar pukul 03.00 dinihari di ulu hatinya. "Syam mati, sekarang jenasahnya di RS AL Mintoharjo," katanya.
Sapardi menjelaskan Syam tertangkap di Desa Blingsi kelurahan Tegala daerah Pandeglang Jawa Barat. "Itu di perbukitan. Jauh di sebuah gubuk," ujar Sapardi. Lokasi penangkapan, kata dia, adalah tempat yang banyak ditumbuhi pohon Durian. Namun Sapardi mengaku tidak mengetahui gubuk itu milik siapa.
Saat dikepung, polisi militer meminta Syam untuk menyerah. Namun, Syam justru menembak. Akibatnya, tiga anggota polisi militer TNI Angkatan Laut yaitu Letnan Kolonel (PM) Ananta tertembak di lambung kiri, Lettu (PM) Dodi tertembak di perut, dan Sersan Iwan tertembak di lengan. "Ketiganya sedang dioperasi di rumah sakit TNI AL Mintoharjo. Lettu Dodi paling parah," katanya.
Menurut Sapardi, pengepungan Syam hari ini bukan yang pertama kali. "Itu sudah dipantau lama sekali. Ada beberapa informasi," ujarnya. Bahkan beberapa hari yang lalu, Syam telah dikepung. "Tapi hilang, lalu ada info ini," katanya.
Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|