Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kasus Penganiayaan TKW di Arab Saudi Tertinggi
Jum'at, 17 Agustus 2007 | 16:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jumlah kasus penganiayaan terhadap TKW di Arab Saudi tertinggi di seluruh negara penempatan TKI. Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, sepanjang Januari-Juni 2007 saja tercatat 118 kasus. 20 kali lipat lebih tinggi bila dibandingkan kasus serupa di Malaysia yang hanya 6 kasus.

Selain penganiayaan, juga tercatat 118 kasus pelecehan seksual. Padahal di negara-negara Asia Pasifik seperti Malaysia, Hongkong, Singapura dan Taiwan jumlah kasus pelecehan seksual hanya 9.

Bahkan jumlah kasus pemutusan hubungan kerja secara sepihak di negara itu mencapai 1.127 kasus. Dua kali lipat dibandingkan kasus yang terjadi di seluruh negara Asia Pasifik.

Tingginya angka kekerasan, pelecehan seksual dan PHK di Arab Saudi ini, menurut Deputi Perlindungan BNP2TKI Mardjono, karena kultur masyarakat Arab. Kasus-kasus yang terjadi pada TKW di Arab Saudi ini mayoritas dialami oleh pekerja di sektor domestik atau rumah tangga.

Masalahnya, tidak ada jaminan perlindungan bagi pekerja sektor domestik ini karena undang-undang Arab Saudi tidak mencantumkan pekerja rumah tangga ini ke dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Arab Saudi. "Akibatnya, kasus seperti ini hanya dianggap sebagai urusan privat," kata Mardjono, kepada Tempo, Kamis (16/8).

Terkait tingginya angka penganiayaan dan pelecehan seksual ini, Analis Kebijakan Migrant Care, Wahyu Susilo, mendesak presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengevalusi kinerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Kepala BNP2TKI. Keduanya dinilai gagal melaksanakan reformasi penempatan dan perlindungan TKI. "Kalau perlu dicopot dari jabatan karena mereka telah gagal," katanya.

Terkait kematian Siti Tarwiyah dan Susmiyati, pukul 19.00 malam ini, Migrant Care dan sejumlah aktivis buruh migran akan menggela tahlilan di depan kedutaan besar Arab Saudi, Cawang Jakarta Timur. "Kami meminta janji pemerintah Arab Saudi ditepati," kata Wahyu. Ninin Damayanti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105788 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data