GMF Lolos Audit Tahunan Amerika

Sabtu, 18 Agustus 2007 | 19:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (Federal Aviation Administration /FAA) menyatakan bahwa PT GMF AeroAsia, pusat perawatan Garuda Indonesia, memenuhi standar pusat perawatan pesawat internasional. Kesimpulan itu diperoleh setelah FAA mengaudit GMF pada 13-16 Agustus 2007.

Selain fasilitas perawatan yang dimiliki anak perusahaan PT Garuda Indonesia itu, prosedur kerja dan kepatuhan pada regulasi tak luput diaudit. "Kami ingin memastikan prosedur perawatan pesawat sesuai standar internasional," kata Richard Ries, salah satu auditor, seperti dikutip dari siaran pers GMF yang diterima Tempo.

Audit dilakukan dengan cara mengecek langsung penerapan prosedur perawatan pesawat, termasuk kertas kerja (paper work) dan komponen pesawat yang sedang dirawat. Selain itu juga technical documentation, kelengkapan peralatan (tools), personel, dan system database certifying staff.

Menyusul kesimpulan audit tahunan tersebut, FAA akan segera mengeluarkan persetujuan perpanjangan sertifikat yang sudah dimiliki GMF sebelumnya. Auditor juga tetap meminta GMF meningkatkan kinerjanya agar menjadi pusat perawatan pesawat yang disegani di dunia internasional.

Vice President Quality Assurance GMF Fuad Abdullah mengatakan, hasil positif audit tahunan FAA ini bukan saja berdampak positif bagi GMF dan Garuda Indonesia, tapi juga industri penerbangan di Indonesia. "Hasil ini bisa menjadi salah satu jawaban atas sorotan dunia internasional terhadap penerbangan di Indonesia," katanya.

Menurut dia, audit yang dijalani GMF tahun ini lebih berat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu tak terlepas dari keputusan Komisi Eropa yang melarang pesawat-pesawat Indonesia terbang ke wilayahnya sejak 6 Juli lalu.

Kesimpulan yang sama mengenai kondisi GMF tersebut sebelumnya dinyatakan otoritas penerbangan sipil Kerajaan Arab Saudi (General Authority Civil Aviation/GACA ) setelah melakukan audit serupa. Fuad mengatakan, hasil audit FAA dan otoritas penerbangan sipil lain akan menjadi bekal GMF untuk memasuki pasar di kawasan Amerika Serikat dan negara yang bernaung di bawah registrasi FAA. Harun Mahbub






Komentar Anda

Kirim