|
Pemerintah Dianggap Berbohong soal Kenaikan Anggaran Pendidikan
Minggu, 19 Agustus 2007 | 10:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Anggota Komisi Pendidikan Dewan Perwakilan Rakyat menganggap pemerintah berbohong karena menyatakan terjadi kenaikan anggaran di bidang pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2008.
Menurut Wakil Ketua Komisi Pendidikan DPR Heri Akhmadi, kenaikan anggaran pendidikan dari semula Rp 23 triliun dalam RAPBN-P 2007 menjadi Rp 48,3 triliun dalam RAPBN 2008 sebagai sebuah ilusi pemerintah. Secara keseluruhan nominal dalam RAPBN 2008 memang naik. Tapi, katanya di Jakarta, Minggu (19/8),”Kalau diprosentasekan, tidak terjadi kenaikan.”
Dia bahkan menyatakan pemerintah telah berbohong kepada rakyat dan telah memberikan penjelasan yang menyesatkan. Dia memperkirakan APBN 2008 nanti akan bernasib seperti APBN sebelumnya, diajukan ke Mahkamah Konstitusi untuk ditinjau ulang karena tetap tidak mampu memenuhi perintah konstitusi.
Dia meyayangkan sikap pemerintah yang tetap tidak beranjak dari paradigma lama dalam pengalokasian dana pendidikan. "Perintah konstitusi jelas sekali. Sebagai prioritas, seharusnya anggaran pendidikan dulu yang harus dipenuhi 20 persen baru membicarakan alokasi anggaran untuk sektor yang lain," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan ini heran karena India yang lebih miskin mampu menganggarkan dana pendidikan yang lebih besar dari Indonesia.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|