|
Angkatan Udara Kurangi Pengadaan Barang
Senin, 20 Agustus 2007 | 13:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komitmen pemerintah untuk memotong anggaran Departemen Pertahanan sebesar Rp 1,5 triliun, berdampak pada rencana anggaran Angkatan Udara. "Untuk pengadaan mobil operasional dan sarana pendukung lainnya yg akan dikurangi," ujar Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda Edy Hardjoko, usai pembukaan acara Pacific Airlift Rally, di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Senin (20/8).
Namun Edy tidak merinci, besaran anggaran yang dikurangi di Angkatan Udara. Dia hanya memaparkan bahwa prioritas penggunaan anggaran di angkatannya tahun ini diarahkan untuk pengadaan suku cadang alat utama sistem persenjataan (alutsista), yang berpengaruh langsung pada kesiapan operasi peralatan. "Selain itu kami prioritaskan untuk perbaikan pesawat," ujarnya
Edy mengakui bahwa pemotongan ini akan berpengaruh pada kesiapan operasi alutsista. Tapi mereka hanya bisa pasrah atas kebijakan ini. "Kami terima pemotongan ini, meski dengan berat hati," ujarnya.
Dia memaparkan, untuk tahun ini, secara umum kesiapan operasi seluruh peralatan yang dimiliki Angkatan Udara baru 50 sampai 60 persen. Dia memberi contoh, dalam satu skuadron, seharusnya ada 16 pesawat. "Sekarang yang siap dalam satu skuadron empat sampai enam pesawat," ujar Edy.
Dalam lampiran pidato kenegaraan Prsiden Susilo Bambang Yudhoyono, kekuatan sarana pertahanan, Angkatan Udara siap mengoperasikan 130 dari 228 unit pesawat, 31 dari 75 pesawat tempur, 29 dari 49 unit pesawat angku, 2 dari 3 pesawat intai, 34 dari 49 heli, 33 dari 52 pesawat latih, dan 15 dari 17 radar. Raden Rachmadi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|