Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Interpelasi Lapindo:

PKB Akan Beri Sanksi Kadernya Yang Membelot
Selasa, 21 Agustus 2007 | 16:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa Zannuba Ariffah Chafsoh Wahid menegaskan, secara kelembagaan partai, PKB tetap mendukung pengajuan hak interpelasi DPR atas kasus lumpur Lapindo. DPP PKB, kata Yenny Wahid (panggilan akrabnya), akan memberikan sanksi kepada anggota fraksi PKB di DPR RI yang membelot dalam proses interpelasi tersebut.

"Sikap DPP PKB dan Fraksi PKB di DPR tentang kasus lumpur Lapindo sudah jelas. DPP mempunyai keputusan agar FPKB meneruskan proses interpelasi kasus lumpur Lapindo. Dan kami berharap fraksi PKB di DPR tidak goyah dengan tetap berpegang pada pada keputusan DPP," kata Yenny Wahid menjawab pertanyaan wartawan di Yogyakarta, Selasa (21/8).

Dikatakan, sampai saat ini DPP PKB terus memantau perkembangan proses interpelasi yang sedang berlangsung di DPR. Jika ada angota fraksi PKB yang membelot dalam proses tersebut, kata dia, maka DPP akan menjatuhkan sanksi. "Hanya sanksinya seperti apa, belum diputuskan," kata Yenny.

Menurut Yenny, pihaknya pesimistis jika proses interpelasi kasus lumpur Lapindo bisa terwujud. Sebagian kalangan di DPR RI, kata dia, berusaha mengalihkan isunya dengan berupaya pembentukan dewan pengawas lumpur Lapindo. Meski demikian, kata dia, bukan berarti PKB harus ikut-ikutan dengan yang lain.

Ditambahkan, dirinya berharap dalam proses di DPR nanti dilakukan pengambilan keputusan lewat voting terbuka untuk menentukan perlu tidaknya interpelasi lumpur Lapindo. Cara ini, kata dia, untuk mengindari kebohongan sikap dari wakil rakyat.

"Kami sudah membuat beberapa opsi. Di antaranya kami akan walk out. Ini adalah tindakan terakhir atas sikap kami atas kasus lumpur Lapindo. Walk out itu bukan persoalan menang atau kalah tetapi bentuk keberpihakan kami kepada rakyat," kata dia. syaiful amin


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106020 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data