|
Lagi, Pasien Suspect Flu Burung di RSUP Sanglah Meninggal
Selasa, 21 Agustus 2007 | 16:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah mengalami kondisi yang kian memburuk, salah-satu pasien suspect flu burung yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar akhirnya meninggal dunia, Selasa (21/8). Pasien berinisial AS (28) mengalami radang paru-paru yang mengakibatkan dirinya gagal bernafas.
Ketua Tim Dokter Penanggulangan Flu Burung, dr Putu Andrika, SpPD, menyatakan, kondisi pasien sudah sangat memburuk. ?Tensinya pun turun drastis dan terdapat goncangan pada sistem tubuh pasien," jelasnya. Bantuan napas, penanganan secara resusitasi, dan pemberian obat-obatan secara intens gagal memperbaiki keadaannya.
Namun demikian, Andrika menyebut, status pasien menjadi positif flu burung masih harus menunggu konfirmasi dari Departemen Kesehatan di Jakarta. ?Itu sudha bukan kewenangan kami dan laboratoium pun berada di Jakarta,? tegasnya. Dalam rapid test, kondisi Srinadi sendiri dinyatakan negatif.
Hanya saja, gejala yang dialami Ayu sama persis dengan pasien tewas sebelumnya, Ni Luh PSW yang kemudian dinyatakan positif flu burung.
Korban yang bekerja sebaga sebagai pedagang ayam sudah mulai sakit sejak Senin (13/8). Setelah berobat ke dokter kondisinya malah makin memburuk dan ia kemudian dibawa ke RS Tabanan. Ia didiagnosa mengalami penurunan trombosit dan ketika perutnya ditekan ia mengalami kesakitan. Dari pemeriksaaan dokter spesialis ditemukan peradangan pada paru-parunya sehingga dicurigai telah tertular virus H5N1 dan kemudian dibawa ke RSUP Sanglah. Jenazahnya kemudian dibawa dengan ambulans ke kampung halamannya di Desa Beraban, Kec Kediri, Kabupaten Tabanan.
? Kita pasrah saja pak, kita harap pemerintah bisa tanggap menangani virus ini. Jangan sampai ada korban lagi, ? kata Wayan Suamba, 29, suami almarhumah saat mengantarkanjenasah sang istri sekitar pukul 15.00 di instalasi kamar Jenasah RS Sanglah. Selama ini terlihat sehat dan tak ada satu pun unggas dagangan mereka yang sakit atau pun mati mendadak. Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|