|
Presiden Belum Hubungi Ma'aruf
Selasa, 21 Agustus 2007 | 17:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Walaupun ramai diberitakan akan segera di ganti, Menteri Dalam Negeri M. Ma'aruf belum pernah dihubungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai statusnya sebagai Menteri Dalam Negeri.
"Presiden selalu kirim salam. Kalau(pergantian) itu, saya saya hanya baca dari koran saja," kata Susiati Hasmeng, istri M. Ma'aruf, Selasa(21/8), usai Silaturahmi Pengerak PKK Propinsi Jambi di Kantor Wakil Presiden Jakarta.
Susiati mengatakan suaminya setuju jika Presiden Yudhoyono mencopotnya dari jabatan Menteri Dalam Negeri. "Saya mewakili bapak, silahkan. Soal pergantian itu sangat bijaksana," ujarnya. Menurut dia, Departemen Dalam Negeri membutuhkan pemimpin yang kuat karena departemen ini menjadi motor negara.
Ma'aruf menderita stroke sejak 30 Maret lalu dan sempat dirawat di rumah sakit Singapura. Pada perombakan kabinet lalu, Presiden Yudhoyono tidak mengantinya. Presiden akan melihat perkembangan kesehatan Ma'aruf selama tiga bulan sebelum mencopotnya. Dia menunjuk Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS sebagai Menteri Dalam Negeri Ad Interim.
Kesehatan Ma'aruf, kata Susiati berangsur telah membaik. Dia sudah bisa berjalan sendiri dan berkomunikasi. "Sudah bisa jalan, tapi namanya stroke masih memerlukan terapi," ujarnya. Akan tetapi, menurut Susiati, yang juga Ketua PKK ini, suaminya belum bisa menjalankan tugas.
Selama sakit, kata Susiati, banyak pejabat dan teman-temannya menjeguk. Terakhir, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menjeguk Ma'aruf di rumah pribadi di Bandung.
Mengenai beberapa nama yang disebut sebagai calon menteri Dalam Negeri, Susiati mengatakan belum ada satu pun yang menemui suaminya. Beberapa nama disebut-sebut akan mengantikan Ma'aruf. Diantaranya, Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional M. Jasin, Gubenur Jawa Tengah Mardiyanto, Gubenur DKI Jakarta Sutiyoso, dan Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri Siti Nurbaya. sutarto/b>
INDEKS BERITA LAINNYA :
|