|
Pendidikan Indonesia Terkurung dalam Iron Cage
Selasa, 21 Agustus 2007 | 18:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:udayawan F.X Mudji Sutrisno menyatakan Pendidikan Indonesia saat ini terkurung dalam sistem iron cage (sangkar besi). "Buku ini memberikan kiat-kiat untuk mensiasatinya,” ujar dia saat membedah buku berjudul “Landasan Pembelajaran dalam Perkembangan Manusia,” karya mantan Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Conny R. Semiawan.
Buku diluncurkan di Sekolah Pilar Indonesia, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, kemarin. Tampak hadir mantan Menteri Pendidikan era Orde Baru Dr Daoed Joesoef dan para praktisi dan pengamat pendidikan.
Sementara itu, sosiolog Dr Imam Prasodjo menyebutkan sistem pendidikan di Indonesia lebih didominasi oleh otak kiri dan intelijensia Logis-Matematis. “Padahal ada enam jenis intelejensia dan kita tidak boleh mengistimewakan intelejensia Logis-Matematis saja.”
Prof Winarno Surakhmad, mantan Rektor IKIP Jakarta, dalam kesepatan yang sama lebih menyoroti peran guru dalam pendidikan. Sekarang ini, kata dia, sekolah telah menjadi ladang pembantaian bagi minat dan bakat siswa. Hal ini terjadi karena guru tidak memiliki kemampuan untuk menngajak siswa belajar.
Seharusnya guru mampu mengajar siswanya secara mikro. Tapi hal itu sulit karena kurangnya apresiasi terhadap profesi guru. “Kita doakan saja semoga anggaran gaji guru akan meningkat. sehingga berimbas pada kesejahteraan guru dan pendidikan di Indonesia.” kata Winarno yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
Bedah buku yang berlangsung selama tiga jam itu berlangsung hangat. Pembahas dan pembicara mampu berdialog dengan hadirin dan terkadang menyelipkan humor dalam bahasannya. Bedah buku ditutup dengan pemberian penghargaan terhadap sepuluh orang yang berjasa dan berkontribusi bagi dunia pendidikan di Indonesia.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|