Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR dan Pemerintah akan Konsultasi dengan Mahkamah Konstitusi
Rabu, 22 Agustus 2007 | 20:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dan DPR sepakat akan melakukan pertemuan konsultasi dengan Mahkamah Konstitusi. "Guna membahas berbagai hal yang berkaitan dengan sistem ketatanegaraan," kata Ketua DPR Agung Laksono dalam konferensi pers di Istana Negara, Rabu (22/8).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kesempatan serupa menjelaskan pertemuan segitiga antara pemerintah, DPR, dan Mahkamah Konstituso ini dianggap perlu karena kehidupan bernegara harus dikelola dengan menggunakan sistem yang telah ditata dari UUD 1945 yang dijabarkan dalam Undang-Undang.

Demokrasi yang baik, kata Yudhoyono, memerlukan tatanan yang pasti. "Perubahan seketika pada satu-dua aspek yang fundamental hampir pasti membawa implikasi pada keseluruhan tatanan kehidupan kenegaraan kita," kata Yudhoyono.

Pertemuan ini, ujar Yudhoyono, dipandang perlu untuk segera dilaksanakann untuk memberikan ruang bagi perubahan yang baik sesuai dengan amanat reformasi dan demokratisasi. "Sebagai negara yang memiliki kepastian hukum dalam kehidupan kenegaraan," kata Yudhoyono.

Sementara itu, usai rapat, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Andi Matalatta membantah rencana pertemuan segitiga dengan Mahkamah Konstistusi disebabkan oleh revisi terbatas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. "Ini dalam rangka membangun sistem. Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi jalannya kan baru tiga tahun," kata Andi.

Namun Andi mengatakan bahwa selama ini banyak pihak menilai Mahkamah Konstitusi sering tidak berfungsi sebagai hakim. "Tapi Mahkamah Konstitusi sering berfungsi sebagai legislatif, membuat norma baru," ujar Andi. Pertemuan yang bersifat konsultasi ini, kata Andi, bertujuan untuk membangun sistem ketatanegaraan yang stabil. FANNY FEBIANA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106129 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data