Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Terkait Kasus Pembunuhan:

Kepolisian Singapura Periksa TKW Asal Indonesia
Rabu, 22 Agustus 2007 | 20:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lestari, 23, seorang Tenaga Kerja Wanita asal Indonesia yang bekerja di Singapura diperiksa oleh aparat kepolisian setempat terkait kematian ibu majikannya.

Menurut Fachry Sulaiman, Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Republik Indonesia Lestari masih dalam tahapan diperiksa, "Jadi tidak benar kalau ada yang memberitakan dia sudah akan atau mendapat ancaman hukuman mati," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu (22/8). Lestari diperiksa oleh aparat kepolisian Cantoment Singapura karena diduga mengetahui penyebab kematian ibu dari majikannya.

Kematian perempuan berusia 70 tahun ini terjadi di rumah majikan Lestari, daerah Tiong Baru Singapura pada beberapa hari yang lalu. Setelah kejadian pihak kepolisian telah melakukan visum kepada korban. "Post Mortemnya (visum etrepertum) sudah dilakukan pada senin lalu (22/8)," kata Fachry. Namun hasil dari visum tersebut masih belum diberitahukan sehingga penyebab kematian korban masih menjadi misteri.

"Hal itu baru akan terungkap dalam sidang koroner," kata Fachri. Hanya saja sidang tersebut masih belum diketahui kapan akan dilaksanakan. Sebab saat ini kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Oleh karena itulah Fachry kembali menegaskan bahwa hingga sekarang status lestari masih saksi.

Kedepan, kata Fachri, Lestari masih akan terus dimintai keterangan. Oleh karena itulah maka hari ini digelar sidang Mention. Sidang ini ditujukan untuk meminta izin kepada hakim agar kepolisian diberikan waktu tambahan untuk menahan Lestari guna dimintai keterangan. "Karena lestari sudah ditahan di kepolisian Cantoment selama dua kali 24 jam," ujar Fachry.

Mengenai identitas Lestari, Fachry mengatakan tidak bisa mmebrikan secara lengkap. Karena setelah dua kali mengunjunginya, Fahcry diwanti-wanti oleh Lestari agar tidak memberitahukan identitasnya serta keluarganya. "Kami memahami permintaan itu karena itu haknya," kata Fachry. Kasus yang menimpa Lestari ini, kata Fachri telah disampaikan kepada keuarganya, dan keluarganyapun meminta hal yang sama seperti yang disampaikan Lestari. Titis Setianingtyas


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106130 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data