Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta DPR dan DPD Evaluasi Pemekaran Wilayah
Kamis, 23 Agustus 2007 | 12:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengevaluasi pemekaran wilayah baru. Daerah otonomi baru dinilai menimbulkan masalah bagi pemerintah pusat maupun pemerintah baru.

"Kita harus tegas dan berani menolak tuntutan pemekaran yang sama sekali tidak punya urgensi dan tidak memberi manfaat nyata bagi rakyat di daerah," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis(23/8), saat menyampaikan keterangan pemerintah di depan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Daerah di Gedung DPD Jakarta.

Presiden Yudhoyono mengatakan, hasil evaluasi daerah otonom baru menunjukkan banyak masalah yang dihadapi daerah hasil pemekaran. Diantaranya, penyerahan pembiayaan, personil dan dokumen, batas wilayah, dukungan dana, mutasi pegawai negeri sipil, serta pengisian jabatan dan tata ruang.

Sampai 2007, telah terbentuk 173 daerah otonom baru. Terdiri 7 propinsi 135 kabupaten dan 31 kota. "Sampai saat ini masih banyak usulan pembentukan daerah otonom baru," ujar dia.

Menurut Yudhoyono, pemekaran bertujuan meningkatkan efektifitas pemerintahan, meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan umum untuk masyarakat lokal.

Presiden Yudhoyono mengingatkan jika pemekaran tidak sesuai tujuan berbagai masalah akan membelit pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Misalnya, membebani keuangan negara, anggaran untuk daerah lain turun, menurunkan dana alokasi umum dan dana alokasi khusu daerah lain.

Karena itu, kata Presiden "Sudah saatnya saya gunakan bahasa keras, saya mengajak pemimpin dan partai politik mencegah penyalahgunaan pemekaran. " kata Presiden Yudhoyono. Pemekaran daerah bukan untuk memenuhi kepentingan seseorang atau untuk mengejar kekuasaan.

SUTARTO

Dari Arsip Majalah TEMPO
Masih Ada Kuasa Pusat  | 27 April 1999
Cek Kosong Otonomi  | 20 April 1999
Soal Otonomi Daerah itu  | 09 Maret 1999
Berikanlah Apa yang Milik Daerah  | 14 Pebruari 1999
Otonomi Daerah, Dulu dan Kelak  | 14 Pebruari 1999
Runtuhnya Kekuasaan Raja Kecil  | 14 Pebruari 1999
IMF dan Perimbangan Pusat-Daerah  | 14 Pebruari 1999
Mati di Lumbung Padi  | 26 Januari 1999
''Soal Otonomi Daerah, Kita Realistislah... | 26 Januari 1999
Debat Ide Negara Federasi  | 26 Januari 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Setujui Delapan Daerah Otonom Baru
DPRD Setujui Pembentukan Kota Tangerang Selatan
Gubernur Ungkapkan Kegamangan Soal Penegakan Hukum
Nelayan Banten Tolak Kapal DKI
BPK: Pemekaran Daerah Merugikan Negara
Menteri Sakit, Peresmian Kabupaten Baru Ditunda
Berkas Pembentukan Kota Tengerang Selatan Diserahkan
Pemerintah Setujui Lima Daerah Otonomi Baru
Masyarakat Mentawai Tolak Peraturan Pemerintahan Nagari
Jawa Barat Serahkan Situ Cipondoh ke Banten
> selengkapnya...

Referensi

Keputusan Presiden RI Nomor 49 Tahun 2000 tentang Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106151 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Lamongan Laporkan Pelanggaran Pilgub
Izin Operasi Riau Airlines Akan Dibekukan
Gambus Jawa
UNDP: Ingatkan Pemerintah Soal Pemekaran Daerah Otonom
Gedung DPR diancam Bom

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data