|
Penduduk Buta Aksara Menurun
Kamis, 23 Agustus 2007 | 19:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Dendy Sugono, jumlah penduduk buta aksara telah menurun dari 15 juta pada 2000 menjadi tujuh juta di tahun ini.
"Mereka kebanyakan perempuan dengan ekonomi lemah dan bertempat di sebelah timur pulau Jawa," katanya dalam Seminar Kebahasaan bertajuk “Peranan Media Massa dalam Peningkatan Minat Baca Masyarakat” di Wisma Antara, Kamis.
Pada forum yang sama Endry Boeriswati, dosen Universitas Negeri Jakarta, mengusulkan pengadaan koran edukasi atau koran masuk desa sebagai upaya peningkatan minat baca.
Perusahaan media, kata dia, dapat memberikan subsidi bagi masyarakat dengan memberikan secara gratis pada tiap kantor kelurahan.
"Atau dengan bekerja sama dengan Pemda dalam memberikan koran edukasi yang disesuaikan dengan pendidikan dan latar belakang pembaca,” ujarnya.
Endry mengaku telah mengadakan survei kepada 100 orang di kabupaten Tangerang dua tahun lalu. Hasilnya, masyarakat memiliki keinginan membaca, mengetahui manfaat dan menyenangi membaca. "Namun memang frekuensi baca masih rendah.” Selain karena kesulitan akses bahan bacaan, membaca belum menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia. AMANDRA MUSTIKA MEGARANI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|