Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

LBH Kesehatan Laporkan Dugaan Korupsi PT. RNI
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan melaporkan kasus dugaan korupsi PT. Rajawali Nusantara Indonesia ke Kejaksaan Agung, Jum'at (24/8).

Dugaan korupsi ini bermula dari pinjaman rekening dana investasi tanggal 5 Februari 1998 antara pemerintah melalui Departemen Keuangan terhadap PT. RNI sebesar Rp 580 miliar. Dana itu rencananya akan digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja untuk penyediaan obat untuk pelayanan kesahatan masyarakat dan gawat darurat di rumah sakit.

"Namun kenyataannya, tidak ada bukti yang mendukung bahwa dana itu digunakan untuk pengadaan bahan baru obat PT. RNI," kata Direktur LBH Kesehatan Muhammad Sentot di Kejaksaan Agung.

Namun, dana itu diduga justeru digunakan untuk membentuk Badan Kerjasama Proyek Pengembangan Lingkungan Kuningan dan pelunasan sebagian commercial paper yang telah jatuh tempo.

Berdasarkan berita acara rekonsiliasi antara PT. RNI dengan Direktorat Pengelolaa Penerusan Pinjaman Departemen Keuangan tanggal 9 September 2005, total kewajiban yang harus dibayar PT. RNI per 30 September 2005 sebesar Rp 1,67 triliun.

Jumlah ini didapat setelah utang pokok ditambah biaya administrasi, denda utang pokok dan denda biaya administrasi.

Laporan itu diterima petugas Pos Penerimaan Laporan dan Pengaduan Masyarakat Kejaksaan Agung yang bernama Erti. Menurut Erti, laporan ini akan diteruskan ke Kepala Pusat Penerangan Hukum Thomson Siagian untuk ditelaah.

Berkas laporan yang disampaikan ke kejaksaan, kata Sentot, berisi salinan surat perjanjian pinjaman antara pemerintah dengan PT RNI dan salinan crash program bahan baku obat.

Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106226 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data