|
Presiden Berharap Ada Kemitraan antara Muslim dan Barat
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 13:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap adanya kemitraan antara masyarakat Muslim di negara berkembang dan masyarakat Barat di negara maju.
"Inilah satu-satunya cara yang dapat menghasilkan perdamaian jangka panjang dan pencapaian umat manusia atas tantangan-tantangan seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan konflik," ujar Yudhoyono saat membuka seminar antarbudaya di Istana Negara, Jumat (24/8).
Seminar ini diadakan oleh American Field Services dan Yayasan Bina AntarBudaya. Pendiri Yayasan AntarBudaya Tanri Abeng dan budayawan Taufiq Ismail ikut hadir. Taufik Ismail pun membacakan puisi berbahasa Inggris berjudul Together We Plant Seeds of Trees One by One One Day A Forest May Stretch Out.
Presiden menyebut budayawan ini sebagai pembuat perdamaian. "Anda adalah kekuatan stabilisasi di dunia yang pada dasarnya tidak seimbang," kata Yudhoyono kepada tamu yang akan mengikuti seminar.
Yudhoyono juga mencontohkan peristiwa pemuatan karikatur Nabi Muhammad yang menimbulkan kerusuhan dan kekerasan. "Ini membuat saya berpikir bahwa jika setiap manusia menikmati keuntungan intelektual dari program pertukaran interbudaya, maka gesekan interbudaya tidak akan terjadi," kata Yudhoyono.
Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|