Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Bersyukur Raisya Selamat
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 14:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku bersyukur Raisya telah selamat dari penculikan. "Kita semua bersyukur, saya juga amat bergembira bahwa Raisya telah dapat diselamatkan," ujar Yudhoyono kepada wartawan sebelum shalat Jumat di lingkungan Istana Merdeka, Jumat (24/8).

Setelah Raisya selamat, kata Yudhoyono, barulah hukum ditegakkan. Yudhoyono juga mengaku telah mendapat laporan dari Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto bahwa orang yang diduga menculik telah ditangkap. "Sudah ditahan untuk dimintai keterangannya dalam proses investigasi yang menyeluruh," ujar Yudhoyono.

Sebenarnya, lanjut Yudhoyono, ia terus mengikuti apa yang dilakukan kepolisian untuk menemukan Raisya. Bahkan kemarin sore Sutanto telah melapor kepada Yudhoyono mengenai kemajuan di dalam mengejar orang-orang yang diduga menculik dengan teknologi yang dimiliki kepolisian. "Bahkan sudah bisa diketahui daerah atau wilayah di mana penculik itu berada," ujar Yudhoyono.

Semalam, Yudhoyono mengadakan konferensi pers mendadak di Istana Negara. Saat itu ia menyerukan pesan moral agar penculik mengembalikan Raisya yang diculik sejak 15 Agustus lalu.

Sebelum konferensi pers itu, Yudhoyono mengaku kembali berkomunikasi dengan Sutanto. "Saya minta kepolisian untuk melanjutkan secara intensif langkah-langkah untuk mengejar, membuntuti, dan operasi kepolisian yang lain agar Raisya bisa segera diketemukan dan diselamatkan," kata Yudhoyono.

Presiden juga mengaku telah menghubungi orang tua Raisya, Ali Said. "Saya minta tenang, kalem, dan tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa jadi malah memperkeruh suasana," ujar Yudhoyono.

Dalam keadaan seperti ini, lanjutnya, banyak orang yang nimbrung dan malah merepotkan. "Mungkin juga ada motivasi untuk mendapatkan imbalan uang dan lain-lain," kata Yudhoyono. Inilah, kata Yudhoyono, yang ingin dicegahnya. "Dan orang tua Raisya, Saudara Ali Said cukup mengerti tadi malam," kata Yudhoyono.

Fanny Febiana


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106230 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Partai Lolos Verifikasi Tak Punya Pengurus
Komandan Pasmar-1 Diganti Surabaya
Banjarmasin Kembali Langka Premium
Petani Nganjuk Temukan Benda Purbakala di Ladang
Kehilangan Hak Pilih, Ratusan Warga Wangaya Kelod Protes TPS

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data