Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Polisi Ungkap Kebakaran Pasar
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 15:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto untuk mengungkap sebab dan pelaku kebakaran Pasar Turi Surabaya, Pasar Cipanas, dan pasar di Semarang.

"Dari laporan awal yang saya terima, ada kemungkinan kesengajaan," kata Yudhoyono sebelum shalat Jumat di lingkungan Istana Merdeka, Jumat (24/8). Ia meminta kepolisian meningkatkan pengawasan untuk melihat-lihat situasi di semua tempat.

Presiden meminta kepolisian mencari pelaku, baik di Pasar Turi maupun di tempat lain, ditemukan. "Kalau ada mastermindnya siapa pula orang itu?" ujar Yudhoyono. Dengan demikian, lanjutnya, hukum dapat ditegakkan dengan benar.

Korban kebakaran pasar tradisional, kata Yudhoyono, adalah masayarakat yang penghasilannya pas-pasan. "Jadi ini bukan hanya persoalan penegakan hukum tapi juga persoalan hati nurani. Sekali lagi hati nurani. Sayangilah rakyat," kata Yudhoyono.

Karenanya Yudhoyono meminta semua masyarakat ikut waspada, ikut aktif, kontributif memelihara keamanan, dan memiliki kepedulian yang tinggi. "Saya ingin situasi politik nasional dan situasi keamanan nasional makin baik. Jangan lagi diganggu dengan kejahatan seperti ini, kejahatan yang juga meresahkan masyarakat luas," kata Yudhoyono.

Selain kasus kebakaran pasar, Yudhoyono juga menekankan pada kasus penggergajian rel kereta api. "Saya minta dikejar terus. Bisa saja motifnya ekonomi, bisa saja motifnya untuk kepentingan pribadi yang berkaitan dengan segi keuangan," kata Yudhoyono.

Namun, kata Yudhoyono, jika kebakaran pasar dan penggergajian rel kereta merupakan sabotase atau bagian lain dari terorisme, ia meminta masyarakat bersama-sama untuk menghentikan. "Ingat, kalau rel kereta api dipotong, apapun motivasinya, entah politik entah ingin mengacaukan keadaan atau ekonomi, yang korban adalah rakyat kita," kata Yudhoyono.

Sementara itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto tidak berkomentar banyak mengenai perintah Presiden ini. "Akan saya sampaikan kalau sudah lengkap semua," katanya.

Fanny Febiana


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106234 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polisi Segel Rumah Keluarga Yang Dibantai
Wakil Bupati Ciamis Diberhentikan
Tentara Aniaya Wartawan
Alonso Tercepat di Lintasan Basah
Sudirman-Thamrin Ditutup Malam Ini

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data