close

Dikabarkan Menjadi Calon Kuat Mendagri, Presiden Belum Hubungi Mardiyanto

Selasa, 28 Agustus 2007 | 08:29 WIB

TEMPO Interaktif, Sragen: Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto mengaku hingga Senin malam dirinya belum mendapat telepon dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono berkaitan dengan pengisian jabatan Menteri Dalam Negeri. Mardiyanto mengatakan keputusan tentang pergantian Mendagri merupakan hak prerogatif Presiden, sehingga dirinya tidak akan melakukan intervensi.

“Semuanya terserah kepada presiden, ini koridor presiden. Karena ini hak prerogatifnya, maka saya tidak akan mengintervensi hak Presiden” kata Mardiyanto disela-sela acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat pelajar se-Jawa Tengah, Senin (27/8) malam.

Beberapa hari belakangan, nama Mardiyanto santer terdengar sebagai kandidat terkuat pengganti Menteri Dalam Negeri menggantikan Mohammad Ma'ruf yang sedang sakit. Mardiyanto berpeluang dibanding kandidat lain, seperti Sekretaris Dewan Ketahanan Nasional M. Yasin dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sejumlah mahasiswa sempat melakukan demonstrasi karena keberatan atas masuknya Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto sebagai kandidat Menteri Dalam Negeri.

Para pengunjuk rasa mengatakan Mardiyanto tengah menjalani proses hukum atas dugaan kasus korupsi senilai Rp 36 miliar dan sudah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi pada 1 dan 3 Februari silam. Mardiyanto sendiri mengatakan tudingan itu tidak benar. “Sebagai Gubernur Jawa Tengah saya sudah melakukan yang terbaik, dan saya taat kepada hukum. Jadi tidak benar kalau ada ini dan itu,” tegas dia. Imron Rosyid

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan