Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sebagian Gerhana Terlihat di Boscha
Selasa, 28 Agustus 2007 | 21:18 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:
Peristiwa puncak gerhana bulan yang terjadi Selasa (28/8) dapat disaksikan di Observatorium Boscha, Lembang, Jawa Barat. Bulan yang suram kemerahan terlihat muncul dari punggung gunung di arah timur sekitar pukul 18.20 WIB.

Awan sempat menghalangi kemunculan bulan yang sedang mengalami puncak gerhana. Sosok bulan mulai terlihat jelas ketika puncak gerhana telah lewat. Bulan sabit kemerahan terlihat jelas.

Suasana observatorium sendiri ramai oleh pengunjung. Sebagian besar merupakan siswa sekolah yang sengaja diajak gurunya untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Guru SMP Darul Hikam Bandung, Danis Wijaksana, misalnya, memimpin rombongan siswa SD dan SMP Yayasan Darul Hikam menyaksikan gerhana bulan di Observatorium Boscha. "Kami ingin menjelaskan pada siswa bagaimana gerhana bulan itu," katanya. Selain menyaksikan peristiwa astronomis itu, para siswa juga diajak melakukan salat gerhana bersama di tempat itu.

Observatorium Boscha memanfaatkan momen gerhana untuk menguji serangkaian peralatannya dan menyiarkan momen tersebut melalui video streaming via internet dan siaran televisi. "Apa yang dilihat di televisi adalah gambar yang sama yang terlihat di teleskop," kata Kepala Observatorium Boscha Taufik Hidayat.

Menurutnya, pengujian terhitung sukses. Dia mendapat kabar dari koleganya yang memantau siaran via internet yang berjalan nyaris tanpa hambatan. Rencananya, hal yang sama akan dilakukan pada saat menyaksikan hilal awal puasa pada 11-12 September nanti.

Rencana itu, paparnya, diprakarsai oleh Departemen Komunikasi dan Informatika yang ingin menjadikan Observatorium Boscha sebagai pusat pengamatan hilal di Indonesia. Taufik memuji rencana pemerintah itu. "Sudah saatnya memanfaatkan teknlogi untuk membantu pengamatan hilal," katanya.

Hilal, yang menurutnya adalah bentuk bulan sabit tipis sebagai tanda awal bulan, kerap dipersepsikan berbeda. Dengan teknologi astronomi, paparnya, perbedaan persepsi itu bisa dihindari.

Penampakan hilal dapat terlihat lebih jelas menggunakan peralatan teleskop. Namun, tegasnya, lembaga penelitian seperti Boscha hanya akan memfasilitasi data pengamatan hilal, tapi tidak akan mencampuri sidang isbath untuk menentukan awal bulan. Ahmad Fikri


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengamatan Gerhana di Boscha Jadi Ajang Uji Coba Siaran Pengamatan Hilal
Efek Gerhana Bulan, Gelombang Pasang di Pulau Siberut
Gerhana Bulan Bisa Sebabkan Rob
Bulan Menghilang Selasa Malam

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106455 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data