|
Anggota Polisi Militer Ancam Koordinator Wartawan Wakil Istana Presiden
Kamis, 30 Agustus 2007 | 12:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rombongan wartawan wakil presiden dari Jakarta mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari salah seorang petugas korps polisi militer yang saat itu bertugas menjaga kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara silaturahmi Ketua Umum Golkar dengan DPD Golkar di Jalan Ahmad Yani nomor 58 Surabaya.
Petugas dari polisi militer itu dengan predikat Komandan Komplek pada saat berjaga bernama Kapten Subandiyono. Pada saat wartawan baru saja tiba dilokasi, tanpa basa-basi, Subandiyono ini langsung melarang rombongan wartawan dari wakil presiden masuk. Karena tidak terima, koordinator liputan wartawan Wapres pun berusaha untuk menjelaskan kedatangan wartawan-wartawan dari Jakarta ini. Namun petugas ini tidak memberikan kesempatan kepada wartawan Wapres untuk menjelaskan kedatangannya, ia sudah langsung emosi dan memarah-marahi para wartawan ini.
Sejumlah wartawan Wapres pun tersulut emosinya, lalu menjelaskan kedatangannya ini datang secara baik-baik dan diundang oleh Wakil Presiden. Tetapi Subandiyono ini tetap bersikukuh untuk melarang wartawan masuk. "Pokoknya cuma dua yang bisa masuk, tidak ada yang lain," kata dia.
Karena kesal, koordinator dan beberapa wartawan lain akhirnya terpancing emosinya dan bertengkar dengan Subandiyono ini. Aksi pukul-memukul pun nyaris terjadi dan keributan pun memecah suasana itu. Saat kejadian, Wakil Presiden belum sampai di lokasi. Petugas pengaman presiden akhirnya mencoba menenangkan dan memisahkan wartawan dan petugas ketempat yang berbeda.
Namun ketika wartawan sedang menenangkan diri di ruangannya mendadak Subandiyono ini datang dengan emosi dan langsung memaki-maki wartawan dan mengancam akan menembak koordinator wartawan Wapres ini. "Saya tidak segan-segan menembak Anda, karena saya sudah terbiasa dari Ambon," kata dia.
Karena kondisi sudah tidak memungkinkan untuk liputan, akhirnya wartawan pun meninggalkan lokasi. Dan Subandiyono sendiri dibawa pasukan pengaman presiden untuk diberikan penjelasan. ANTON APRIYANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|