|
Jusuf Kalla: Jangan Ada lagi yang mengusung Syariat Islam
Kamis, 30 Agustus 2007 | 13:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak tidak lagi mengatasnamakan syariat islam dalam menjalankan misi perjuangganya. ?Saya sangat tersiggung dengan pernyataan itu. Saya besar dan lahir selalu melaksanakan syariat islam baik kepada saya, keluarga dan semuanya. Tidak ada satupun yang tidak kita lakukan,? ujarnya dalam sambutan peresmian kantor Baru Pengurus WIlayah NU (PWNU) Jawa Timur, di Jalan Masjid Al-Akbar, Surabaya, Kamis (30/8).
Apalagi, pemerintah Indonesia sejak awal menurutnya juga sudah memasukkan prinsip-prinsip syariah baik aqidah, ibadah maupun muamalah baik dalam peraturan maupun kehidupanh berbangsa.
?Kita selalu melaksanakannya setiap waktu, bahkan didukung aturan-aturan pemerintah. Ada juga aturan tentang haji, zakat dan lain-lain. Kalau ada yang mengatakan harus sesuai syariat islam itu adalah ketersinggungan yang luar biasa yang saya hadapi,? tegasnya.
Karena itu, yang tetap ngotot mengatasnamakan syariat islam menurutnya hanya akan membuat martabat syariat islam menjadi rusak dan rendah. ?Kita selalu katakana Itakulloh. Dan tidak setuju jika bersyariah hanya karena peraturan Bupati atau perda, karena jika itu yang dilakukan berarti itakubupati. Masak kita tunduk kepada Bupati bukan kepada Allah,? imbuhnya.
Sementara itu, kantor PWNU yang diresmikan merupakan kantor baru pengganti kantor lama yang dulunya berada di kawasan Jalan Raya Darmo Surabaya. Kantor PWNU yang baru berada persis disebelah timur masjid Al-Akbar Surabaya dan dibangun seluas 2 ribu meter persegi diatas lahan seluas 4600 meter persegi.
Usai meresmikan kantor PWNU, wapres kemudian melanjutkan kunjungannya di Jawa Timur dengan manyambangi Kantor DPD Golkar Jawa Timur di jalan Ahmad Yani Surabaya. Rohman Taufiq
INDEKS BERITA LAINNYA :
|