Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Jadi Tokoh Kunci Pembebasan Sandera Korea Selatan
Kamis, 30 Agustus 2007 | 13:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia menjadi tokoh kunci dalam pembebasan dua belas warga negara Korea Selatan yang disandera kelompok Taliban di Afghanistan.

"Dalam negosiasi itu, juru rundingnya betul-betul diplomat kita, yaitu Saudara Heru Wicaksono," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika membuka Pertemuan Tahunan Tingkat Nasional Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah Tahun 2007 di Kuta, Bali, Kamis (30/8).

Dengan keterlibatan diplomat Indonesia ini, lanjut Yudhoyono, dua belas warga Korea Selatan dibebaskan dari penyanderaan Taliban. "Beberapa lagi diberitakan akan menyusul," kata Yudhoyono kepada wartawan dalam kesempatan terpisah.

Atas peran diplomat ini, Yudhoyono memberikan selamat dan penghargaan kepada diplomat Indonesia di Afghanistan. "Kita juga bersyukur, berterima kasih, tidak merasa kecil terus. Ada yang dapat kita lakukan untuk masyarakat dunia, untuk negara-negara sahabat," kata Yudhoyono.

Yudhoyono menjelaskan keterlibatan diplomat Indonesia dalam proses pembebasan warga Korea Selatan ini merupakan permintaan dari kedua pihak, dari Taliban dan Korea Selatan. "Juga didukung oleh pemerintah Afghanistan," ujar Yudhoyono.

Keinginan Indonesia untuk ikut dalam proses pembebasan sandera ini bermula dari kunjungan Yudhoyono ke Korea Selatan akhir Juli lalu. "Dalam percakapan saya dengan Presiden Korea Selatan, saya menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk ikut berkontribusi dalam penyelesaian sandera itu, dalam rangka misi kemanusiaan," kata Yudhoyono.

Setelah menyampaikan keinginan itu, Yudhoyono kemudian memerintahkan Duta Besar Indonesia di Afghanistan Erman Hidayat untuk melakukan kerja sama dan komunikasi yang baik dengan pemerintah Afghanistan, Taliban, dan Korea Selatan. "Saya minta penjelasan, situasinya seperti apa," kata Yudhoyono.

Indonesia, kata Yudhoyono, adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia yang dikenal sebagai negara yang cinta damai dan sering melakukan proses negosiasi.

Kelompok Taliban pun, kata Yudhoyono, menghargai proses negosiasi ini karena rasa hormatnya kepada pemerintah dan bangsa Indonesia. "Dan juga mereka ingin melakukan sesuatu sebelum bulan Ramadhan ini dan akhirnya proses itu berjalan dengan baik," kata Yudhoyono. FANNY FEBIANA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106587 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Diduga Perampok, Mobil Fortuner di Hancurkan Massa
Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data