Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

544 Balita Bergizi Buruk Ditemukan di Klaten
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 07:41 WIB

TEMPO Interaktif, Klaten:
Hingga Juni 2007, sebanyak 544 anak di bawah lima tahun atau balita di Kabupaten Klaten yang mengalami gizi buruk.

Data Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Kabupaten Klaten menyebutkan, sebagian besar anak yang mengalami gizi buruk masih berusia di bawah dua tahun. Mereka tak mendapatkan air susu ibu atau ASI secara eksklusif.

"Selama tahun 2006 hanya sekitar 20 persen ibu menyusui balitanya," kata Kepala Subdin Kesehatan Masyarakat DKKS Klaten, Ronny Rukminto.

Ronny mengatakan, temuan kasus gizi buruk di Klaten selain kurangnya sosialisasi pemberian ASI eksklusif, juga karena rendahnya pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, serta kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari petugas kesehatan.

"Tiap bulan DKKS Klaten melakukan pendataan gizi buruk. Kalau ada anak balita yang timbangannya tidak naik atau di bawah garis merah harus dilaporkan," ujarnya.

Untuk menekan jumlah balita bergizi buruk, pemerintah Kabupaten Klaten bekerja sama dengan Unicef Perwakilan Jawa Tengah mencanangkan gerakan menyusui. Pemerintah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang proses inisiasi dini dan pentingnya pemberian ASI eksklusif.

Menurut Ronny, Kabupaten Klaten menjadi sasaran promosi inisiasi dini dan penting pemberian ASI eksklusif karena pascagempa ditemukan banyak bantuan yang diberikan kepada anak-anak dalam bentuk susu formula. "Seluruh fasilitas kesehatan harus mendukung praktik inisiasi dini," ujarnya.

Proses inisiasi dini adalah sesegera mungkin meletakan bayi pada dada ibunya sesaat bayi lahir setelah sebelumnya dilap seperlunya. Bayi dibiarkan berada dalam dekapan si ibu selama satu jam pertama kelahirannya untuk merangkak dan mencari puting susu ibunya serta mulai menyusui. Mengutip sebuah penelitian yang pernah dilakukan, inisiasi dini pada bayi yang baru lahir mampu menekan angka kematian hingga 22 persen.

Imron Rosyid


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Satu Balita Gizi Buruk di Jember Dilarikan ke Rumah Sakit
Penderita Gizi Buruk di Jember Bertambah
Dua Balita Penderita Gizi Buruk Meninggal
Bayi Kurang Gizi Rawan Terserang TBC dan Diare
119 Balita di Jakarta Utara Gizi Buruk
Pemerintah Mustahil Atasi Gizi Buruk Sendiri
Gizi Buruk, Karena Warga Sengaja Dimiskinkan
Ratusan Bayi di Ngawi Masih Alami Gizi Buruk
Anak Bergizi Buruk Meningkat di Klaten
Laporan Gizi Buruk Rawan Manipulasi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106638 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polisi Segel Rumah Keluarga Yang Dibantai
Wakil Bupati Ciamis Diberhentikan
Tentara Aniaya Wartawan
Alonso Tercepat di Lintasan Basah
Sudirman-Thamrin Ditutup Malam Ini

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data