|
Solo Tak Paksakan Program Konversi
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 08:28 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:
Pemerintah Kota Solo tak akan memaksakan warganya untuk menggunakan gas elpiji untuk menggantikan penggunaan minyak tanah.
Walikota Solo Joko Widodo menyatakan, tak ingin merepotkan warganya bila Pertamina sebagai penyedia dan pemasok gas elpiji tidak siap. "Sampai sekarang saya belum tahu berapa jatah kompor gas untuk warga Solo," katanya.
Joko menambahkan, Kota Solo tidak ingin tergesa-gesa melaksanakan program konversi energi. Dia bahkan akan melihat daerah lain terlebih dahulu dan belajar dari persoalan di daerah lain.
Menurut dia, Pemerintah Kota Solo belum mendapatkan gambaran dari pemerintah propinsi maupun Pertamina perihal pelaksanaan program itu. "Detailnya seperti apa belum ada, tidak tahu kapan mau dilaksanakan," katanya.
Joko menuturkan, sebenarnya sudah melakukan pendataan terhadap warganya yang selama ini menggunakan minyak tanah. Menurut dia, Pertamina harus memberikan gambaran detail mulai dari jumlah kebutuhan bahan bakar, titip penjualan elpiji dan sebagainya. Penjelasan tersebut dianggap sebagai syarat mutlak agar konversi dari minyak tanah ke elpiji justru tidak menimbulkan masalah. "Jangan malah menyusahkan warga," ujar dia.
Sementara itu, Kota Solo menjadi sasaran pencari minyak tanah dari luar daerah menyusul kelangkaan bahan bakar itu di sejumlah tempat. Seorang penyalur minyak tanah Febrianto, permintaan minyak tanah belakangan ini meningkat hampir tiga kali lipat. Para pencari minyak tanah umumnya adalah para petani yang membutuhkan bahan bakar untuk pompa air yang mengairi sawah menjadi alasannya. "Seperti dari Sragen, kalau tidak mendapat minyak di sana akan mencari di daerah lain, termasuk Solo," ujarnya.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|